Nasional . 31/05/2025, 20:18 WIB

Tim SAR Kembali Temukan 3 Korban Longsor Tambang Galian C Cirebon, Total 17 Orang Meninggal

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Tim pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan kembali menemukan dan mengevakuasi tiga jenazah korban yang tertimbun longsor di tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Desa Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Sabtu, 31 Mei 2025. Dalam longsor ini terdapat tiga alat berat ekskavator dan enam mobil truk tertimbun longsor.

"Sore ini, tim menemukan 3 jenazah dari lokasi longsor tambang. Identifikasi dengan sidik jari. Atas nama sakira (44), Sanadi (47), dan Sunadi (31)," kata Kapolres Cirebon Kombes Pol Sumarni.

Dia mengatakan, tiga jenazah itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Arjawinangun. Kemudian, sambungnya, setelah itu jenazah diserahkan ke pihak keluarga.

"(Kondisi jenazah) ada luka-luka dan sudah kaku," ujarnya dikutip dari CNN Indonesia.

Dia mengatakan pencarian korban tertimbun akan dilanjutkan kembali, Minggu 1 Juni 2025. Masih ada delapan korban lainnya yang masih tertimbun di lokasi kejadian.

"Dari 11, tiga ditemukan dan datanya benar yang dari data terdata, sisa 8," katanya.

Sementara itu, Dandim 0620 Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum melanjutkan pencarian besok.

"Sehingga pada saat kita melaksanakan pencarian korban, kita tahu betul batasan-batasan. Dalam pencarian harus aman, terlebih dahulu," katanya.

Saat ini, total korban meninggal dunia dalam longsor di tambang Galian C Gunung Kuda menjadi 17 orang.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi lalu memperkirakan 11 korban hilang tertimbun longsor sudah meninggal dunia.

Longsor tambang di Cirebon telah ditetapkan sebagai peristiwa berstatus tanggap darurat bencana usai dikonsultasikan dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Status ini ditetapkan mengingat besarnya dampak terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Sementara itu, pihak kepolisian sudah menyelidiki bencana tersebut. Ada enam saksi yang diperiksa polisi dalam penyelidikan ini.

Polisi menduga ada unsur kelalaian dalam kejadian tersebut. Pemilik tambang diduga tak mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku serta tidak menggunakan alat pelindung diri yang sesuai dalam melakukan penggalian.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, operasi pencarian dan penyelamatan korban masih menjadi prioritas penanganan darurat saat ini. Pencarian dihentikan dan dilanjutkan esok hari.

"Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Cirebon, TNI, Polri, Basarnas, relawan, dan warga telah menghentikan operasi pencarian hari ini pada pukul 17.30 WIB, dan akan dilanjutkan pada besok hari," ucap Muhari melalui keterangan tertulis, Jumat, 30 Mei 2025.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com