Megapolitan . 13/06/2025, 19:59 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memastikan tidak ada penggusuran pada proyek pembangunan tanggul penahan Rob di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Hal ini dipastikan oleh Ketua Subkelompok Pengendalian Rob dan Pengamanan Pesisir Pantai Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Achmad Daeroby.
“Untuk warga terdampak tidak dilakukan relokasi,” kata Achmad saat dihubungi wartawan, Jumat, 13 Juni 2025.
Achmad mengatakan, proyek tanggul yang dikerjakan tersebut berada di atas badan jalan yang sudah ada sebelumnya. Sehingga, kata dia, tidak memerlukan proses relokasi warga.
“Konsep tanggul mitigasi ini adalah berupa badan jalan eksisting yang ditinggikan, sehingga dapat berfungsi pula sebagai tanggul,” katanya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan pembangunan tanggul penahan Rob di kawasan Muara Angke.
Pembangunan tersebut menjadi langkah awal dan merupakan bagian dalam mendukung pembangunan Tanggul Laut Raksasa alias Giant Sea Wall (GSW) atau National Capital Integrated Coastal Development (NCICD) yang merupakan gagasan dari pemerintah pusat.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan tanggul yang akan dibangun yakni sepanjang 1,4 kilometer (Km) dengan tinggi 2,5 meter atau di atas dari rata-rata ketinggian ombak.
"Hari ini kita akan bangun tanggul kurang lebih 1,4 kilo dan tanggulnya dinaikkan 2,5. Artinya kalau plus 2,5 maka ada upaya untuk menahan kalau kemudian air robnya naik sampai," kata Pramono di lokasi pembangunan.
Pramono berharap, pembangunan tanggul ini bisa rampung pada bulan Desember 2025.
"Mudah-mudahan pembangunan ini akan selesai sampai dengan bulan Desember," terangnya.
Dengan demikian kata Pramono, dalam jangka pendek dan menengah persoalan banjir Rob di Muara Angke dapat tertangani.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Ika Agustin Ningrum mengungkapkan, dengan dibangunnya tanggul maka sekitar 120 hektare lahan akan terlindungi dari banjir rob.
"Jadi luasan yang akan dilindungi kurang lebih 120 hektare. Bangunan yang terdampak kurang lebih 282 bangunan," ujar Ika.
Ika menyebut, anggaran untuk pembangunan tanggul penahan Rob tersebut yakni sebesar Rp52 miliar.
"Anggaran untuk tanggul mitigasi aja ini kurang lebih sekitar Rp52 miliar," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media