Internasional . 15/06/2025, 09:37 WIB

Putin Kutuk Serangan Israel ke Iran, Telepon Trump Bahas Krisis Timur Tengah

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Konflik di Timur Tengah makin panas. Presiden Rusia, Vladimir Putin, langsung angkat telepon dan berbicara dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Sabtu, 14 Juni 2025. Dalam pembicaraan itu, Putin dengan tegas mengutuk aksi militer Israel terhadap Iran yang dinilai berpotensi memicu eskalasi lebih besar.

Menurut pernyataan penasihat Kremlin, Yuri Ushakov, Putin menyampaikan kekhawatiran serius tentang dampak jangka panjang dari serangan ini. "Vladimir Putin, sambil mengecam operasi militer Israel terhadap Iran, menyampaikan kekhawatiran serius atas potensi eskalasi konflik yang bisa berdampak tak terduga bagi situasi di seluruh kawasan Timur Tengah," kata Ushakov dalam keterangan resmi, seperti dilansir kantor berita Rusia, TASS.

Bukan cuma itu, Putin juga menginformasikan kepada Trump bahwa dirinya telah lebih dulu menghubungi dua pemimpin kunci yang terlibat langsung, yakni Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Rusia Sudah Tawarkan Solusi Sebelum Situasi Memanas

Dalam percakapan tersebut, Putin mengungkap bahwa sebelum situasi makin memanas, Rusia sebenarnya sudah berinisiatif untuk mendorong dialog damai. "Presiden Rusia mengatakan bahwa sebelum eskalasi saat ini terjadi, pihak kami telah mengusulkan langkah-langkah konkret untuk mencari kesepakatan yang saling dapat diterima dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung antara perwakilan Amerika Serikat dan Iran terkait program nuklir Iran," tambah Ushakov.

Program nuklir Iran memang sudah lama menjadi isu panas di dunia internasional, dan beberapa kali memicu ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat. Situasi ini pun semakin kompleks ketika tindakan militer mulai berbicara.

Masih Ada Peluang Dialog Damai

Meski begitu, ada secercah harapan. Ushakov menyebut bahwa kedua pemimpin, baik Putin maupun Trump, tidak menutup kemungkinan untuk membuka kembali jalur diplomasi. "Kemungkinan untuk kembali ke meja perundingan masih terbuka," katanya.

Langkah diplomatik jadi satu-satunya jalan yang dianggap bisa meredam ketegangan. Namun, keberhasilan jalur ini sangat tergantung pada itikad politik semua pihak, termasuk AS, Israel, dan Iran.

Dengan kondisi yang makin sensitif di Timur Tengah, perhatian global pun kini tertuju pada arah kebijakan luar negeri yang akan diambil negara-negara besar. Apakah mereka akan memilih jalan damai, atau justru membiarkan konflik ini meluas dan membawa dampak global yang tak terduga? (*)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com