Nasional . 17/06/2025, 12:35 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhono (AHY) mengatakan, megaproyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa di pantai utara Jawa tidak seluruhnya menggunakan tanggul beton. Kata AHY ada wilayah tertentu yang cukup menggunakan tanggul natural yakni pohon mangrove.
"Tidak harus sama semuanya, ada lokasi-lokasi yang masih bisa kita tangani dengan menggunakan pendekatan natural tadi. Ada nature-based solution namanya, solusi berbasis alam. Menggunakan mangrove, menggunakan yang bukan beton lah, kira-kira begitu," kata AHY usai menghadiri acara Rapat Kerja Gubernur Mitra Praja Utama Tahun 2025 di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa, 17 Juni 2025.
AHY menjelaskan, pihaknya akan mendahulukan pembangunan tanggul laut di wilayah-wilayah yang dinilai rentan ancaman banjir Rob atau air pasang laut.
"Ada yang memang sudah sangat parah, artinya tidak bisa, kita harus benar-benar membangun dinding tebal dan tinggi. Tapi tidak semua, dan ini juga kita prioritaskan mana yang paling rentan terhadap ancaman banjir," katanya.
Menurut putra sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini, pesisir utara Jakarta menjadi salah satu wilayah yang sangat rentan tenggelam. Pasalnya, kata AHY penurunan permukaan tanah di pesisir utara Jakarta sudah cukup parah.
"Khususnya Jakarta yang mengalami ancaman dari tingginya air laut dan menurunnya permukaan tanah," ujarnya.
AHY pun akan segera membangun tanggul beton di pesisir utara Jakarta untuk penanganan banjir Rob dalam jangka panjang. "Kita tidak ingin lambat-lambat karena kita harus segera membangun ini karena jangka panjang ini," katanya.
Kendati demikian, AHY tidak mau tergesa-gesa dalam membangun tanggul beton yang membentang dari wilayah Banten hingga Jawa Timur tersebut. Dia tidak mau megaproyek tersebut tidak efisien karena pengerjaannya yang serampangan.
"Kecepatan bukan berarti menjadi tergesa-gesa, akhirnya ada yang tidak efisien," katanya.
(Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media