Internasional . 19/06/2025, 20:19 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Sugiono merespons sikap negara-negara Kelompok Tujuh (G7) yang cenderung membela Israel, dalam pertempuran Iran-Israel. Dia mengatakan, dukungan itu justru akan memperburuk situasi perang yang sedang terjadi di Timur Tengah.
"Kita sama sekali tidak mengharapkan situasi ini, justru akan memperburuk situasi. Kita tidak tahu kalau sudah begini nanti berhentinya di mana," kata Sugiono kepada wartawan di Saint Petersburg, Rusia, Kamis, 19 Juni 2025.
Dalam menghentikan perang itu, dia mengaku bingung. Pasalnya, perang yang sudah dimulai itu akan sulit untuk diakhiri.
“Begitu ada perang yang dimulai kita tidak tahu kapan dan bagaimana berhentinya,” katanya.
Dia mengingatkan, korban perang tersebut adalah warga sipil. Padahal, mereka memiliki hak asasi untuk hidup dan mempertahankan diri.
“Kemudian masyarakat yang terdampak atau tertimpa dari serangan yang dilakukan ini kan manusia juga yang memiliki hak untuk hidup, punya hak untuk mempertahankan diri,” pungkasnya.
Soal sikap Indonesia, Sugiono menyebut, Indonesia konsisten untuk berkontribusi mewujudkan perdamaian. Maka itu, kata dia, Indonesia tetap dukung perdamaian.
“Makanya kita berharap untuk kebijaksanaan sehingga ada langkah-langkah yang damai untuk bisa mengundurkan ketegangan,” katanya.
Sebelumnya, para pemimpin G7 menyatakan Israel berhak membela diri dan menegaskan komitmen terhadap keamanan negara tersebut.
“Kami, pemimpin G7, menegaskan kembali komitmen kami terhadap perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Dalam konteks ini, kami menegaskan bahwa Israel berhak membela diri,” demikian bunyi pernyataan yang dikutip dari Reuters.
(Anisha Aprilia)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media