Nasional . 21/06/2025, 16:19 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemeterian Agama (Kemenag) Jawa Barat, Ajam Mustajam memastikan jemaah haji asal Depol Kloter 12 selamat dari teror saat menumpangi Pesawat Saudia Airlines SV-5276 yang sempat dapat ancaman bom. Ratusan jemaah haji yang merasakan ancaman bom di Pesawat Saudia Airlines SV-5276 yang mereka tumpangi terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Rabu, 18 Juni 2025.
Ajam Mustajam memastikan seluruh jemaah haji asal Depok selamat sampai ke tanah air. "Saya menyampaikan atau menginformasikan kloter JK 12 yang sempat tertahan di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut), karena isu ledakan bom dan mendarat darurat Alhamdullilah pukul 13.30 WIB tiba di Asrama Haji Bekasi," terang Ajam di Bekasi.
Ratusan jemaah haji yang tiba di Indonesia dengan keadaan fisik hingga mental mereka sehat serta bugar. Selanjutnya, Ajam menyampaikan, para jemaah haji dipastikan tak mengalami trauma, sakit dan luka saat menjajakan kaki di Asrama haji Bekasi.
"Seluruh jemaah haji dalam kondisi sehat dan bugar. Bahkan saat tiba di Tanah Air, mereka sudah terpancar kebahagiaan," terang dia.
Nantinya, ratusan jemaah haji asal Depok akan dipulangkan kembali ke kediamannya masing-masing menggunakan bus selepas transit di asrama haji Bekasi.
Ajam berpesan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Depok agar tidak memberikan penyambutan dan segera mengarahkan jemaah haji untuk pulang.
"Mereka itu sudah sedikit lelah hampir 24 jam perjalanan. Mereka sudah kangen dengan keluarga dan kerabat, sehingga langsung pulang saja. Tetapi kalau Wali Kota ada penyambutan, saya tidak bisa pungkiri, saya sarankan proses penyebutan jangan terlalu lama," pungkas Ajam.
Di sisi lain, seorang jemaah haji asal Depok, Jawa Barat, bernama Dewi Masita Nur bercerita bahwa dia dan jemaah lainnya bingung ketika pesawat yang mereka tumpangi landing darurat di Deli Serdang. Saat itu, kata Dewi, rombongan jemaah haji Depok tengah pulang dari Tanah Suci menuju Indonesia.
"Kami sebagai jemaah haji tidak tahu apa-apa, tiba-tiba kok diturunkan, ini ada apa ya," ungkap Dewi di Bekasi.
Pihak bandara langsung mengambil langkah cepat mengevakuasi jemaah ke ruang tunggu setelah mereka mendarat di Deli Serdang. Penerbangan kloter 12 tersebut membawa total 442 jemaah haji.
Dewi mengisahkan bahwa dia dan para jemaah lainnya baru mengetahui penyebab pesawat yang membawa mereka terpaksa landing darurat beberapa jam berselang. "Jadi kita enggak ada rasa takut, kami diperiksa barang kami, satu-satu," ucap dia.
Wanita berusia 53 tahun mengaku menerima servis dari pengelola Bandara, Beli Serdang, hingga pengamanan yang ketat dari pihak kepolisian setempat.
Hal tersebut bertujuan agar ratusan jemaah merasa nyaman sampai dapat melupakan kejadian yang dapat membunuh mereka.
"Kami diberikan kenyamanan relaksasi oleh pemerintah, petugas bandara, polisi juga," pungkasnya.
(Dimas Rafi)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media