Ekonomi . 20/07/2025, 11:40 WIB

Menakar Peluang Investasi Apple Usai Pemberlakuan Tarif Impor Trump 19%

Penulis : Khanif Lutfi  |  Editor : Khanif Lutfi

fin.co.id – Raksasa teknologi asal Amerika Serikat, Apple Inc, dipastikan tetap melanjutkan investasinya di Indonesia meskipun Presiden AS Donald Trump baru saja memberlakukan tarif impor sebesar 19 persen terhadap produk asal Indonesia. 

Kepastian ini disampaikan langsung oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM.

Apple sebelumnya telah mengumumkan rencana pembangunan pabrik AirTag di Batam dengan total nilai investasi mencapai USD 150 juta atau sekitar Rp 2,44 triliun (asumsi kurs Rp 16.287/USD). 

Investasi tersebut merupakan bagian dari strategi Apple untuk memenuhi kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menanggapi situasi ini sendiri, Ekonom sekaligus Direktur eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Tauhid Ahmad menyatakan bahwa keputusan ini sendiri juga akan berdampak besar kepada tindakan para investor ke depannya, terutama bagi para investor yang berkaitan langsung dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

"Kalau investor yang biasa mungkin biaya kalau misalnya yang tidak terkait dengan TKDN tidak ada masalah, dia bisa lanjut, begitu ya. Tetapi bagi investor yang berkaitan dengan TKDN, itu juga akan menjadi pertimbangan mereka apakah melanjutkan atau tidak," jelas Tauhid ketika dihubungi oleh Disway, pada Sabtu 19 Juli 2025.

Lebih lanjut, Tauhid juga menambahkan bahwa peran Apple sendiri dalam hal ini juga sangat vital untuk menentukan masa depan investasi Apple ke depannya.

"Saya kira memang yang harus dipastikan adalah pernyataan resmi dari Apple itu sendiri, kalau dari pemerintah itu kan posisinya pasti kebijakannya," ucap Tauhid.

"Proposal itu belum tentu disepakati oleh Indonesia, akan dilihat dulu yang mana aja bisa, mana aja enggak. Saya kira pemerintah kita juga akan ngotot, ya, karena kan sudah kadung beli lahan dan macam-macam kan. Kalau misalnya melihat, bagi investor ya wait and see sampai benar-benar clear sih," tambahnya.

Apple Gandeng Perusahaan Global untuk Produksi AirTag

Apple juga akan menggandeng perusahaan mitra dari rantai pasok global (Global Value Chain/GVC) yaitu ICT Luxshare untuk memproduksi AirTag di Batam. Nantinya, pabrik ini akan memasok hingga 65 persen kebutuhan AirTag secara global.

Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Riyatno, menegaskan bahwa Apple telah membeli lahan di Batam sebagai bukti keseriusan investasinya.

"Kami optimistis bahwa investasi yang direncanakan tetap berjalan. Apple sudah membeli tanah untuk pabriknya di Batam," ujar Riyatno, Jumat 18 Juli 2025, di Jakarta.
Meskipun belum mengungkap detail realisasi fisik dan finansial dari proyek tersebut, Riyatno menegaskan bahwa pemerintah akan terus mendorong iklim investasi yang kondusif, termasuk dari AS, meski ada tekanan dari kebijakan tarif.

Komitmen TKDN Apple: Dari Baterai hingga Produksi Kain Mesh

Selain pembangunan pabrik AirTag, Apple juga menunjukkan komitmennya terhadap TKDN di Indonesia melalui langkah-langkah konkret:

• Komponen baterai AirTag akan dipasok dari produsen dalam negeri.
• Apple tengah menyiapkan line produksi kain mesh untuk AirPods Max di perusahaan Long Harmony di Bandung.
• Perusahaan ini akan menjadi bagian dari rantai pasok global Apple.

Tak hanya itu, Apple juga akan membawa investasi tambahan sebesar USD 160 juta untuk memenuhi TKDN melalui skema inovasi (Skema 3). Berkat pemenuhan TKDN ini, Apple kini bisa secara resmi menghadirkan iPhone 16 series di pasar Indonesia. (Bianca Chairunnisa)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com