Nasional . 28/07/2025, 20:26 WIB

Ratusan Siswa NTT Keracunan Makanan Program MBG, DPR Minta Pengawasan Diperketat

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Ratusan pelajar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kasus ini terjadi di dua lokasi berbeda, yakni 140 siswa dari SMP Negeri 8 Kupang dan 75 siswa dari tiga sekolah di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Para korban mengalami sejumlah keluhan seperti mual, muntah, diare, pusing, hingga gatal-gatal. Akibat kondisi tersebut, beberapa siswa harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Menanggapi insiden tersebut, Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menekankan pentingnya pengawasan menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG.

"Ya, kami minta kepada, kan kita lihat bahwa, kita tahu bahwa BGN itu juga mempunyai sistem baru dalam hal supervisi," ujar Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 28 Juli 2025.

Ia juga menekankan perlunya tenaga pengawas lapangan yang kompeten untuk memastikan mutu makanan, distribusi, dan sistem pembayaran dalam pelaksanaan program tersebut.

"Tenaga-tenaga untuk supervisi lapangan, baik untuk mengecek kualitas makanan, distribusi maupun dari sisi pembayaran dari MBG ke dapur," lanjut Dasco.

Sementara itu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah memulai penyelidikan guna mengidentifikasi penyebab keracunan pada makanan MBG di wilayah Kupang. BPOM menggandeng Balai Besar POM (BBPOM) Kupang dalam penanganan langsung kasus ini.

"Laboratorium kami lagi bekerja untuk memastikan apa penyebabnya dan nanti kalau ada hasilnya kami akan sampaikan," ujar Kepala BPOM, Taruna Ikrar, usai menghadiri acara Gelar Pelayanan Publik Terpadu Pangan Olahan di Jakarta, Jumat.

Taruna menekankan bahwa pengawasan ketat terhadap program MBG mutlak diperlukan agar kejadian serupa tidak terulang.

"Faktornya saya kira ada beberapa yang bisa kita lihat. Tapi, kita akan umumkan kemudian, bukan saatnya sekarang. Setelah hasil lab kami temukan," tambahnya.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan agar pengelolaan program MBG dilakukan secara lebih berhati-hati, demi menjamin keamanan pangan bagi para pelajar di seluruh Indonesia.

(Fajar Ilman)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com