Megapolitan . 08/08/2025, 18:57 WIB
Penulis : Khanif Lutfi | Editor : Khanif Lutfi
fin.co.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan aksi demonstrasi pedagang Pasar Barito di kawasan Blok M, Jakarta Selatan ada pihak yang menunggangi.
Adapun sejumlah pedagang Pasar Barito melakukan unjuk rasa pada Jumat 8 Agustus 2025.
Mereka yang terdampak proyek revitalisasi penggabungan tiga taman yakni Taman Langsat, Taman Ayodia, dan Taman Leuser menolak direlokasi ke tempat yang telah ditetukan.
Pramono mengatakan, penolakan itu terjadi karena memang ada pihak yang memang berniat memanggu proyek tersebut.
Pasalnya jauh-jauh hari sudah ada dialog dan para pedagang pasar Barito telah menandatangi persetujuan untuk direlokasi ke tempat baru.
"Ada sesuatu di belakangnya, tetapi kalau pada saatnya saya pasti akan buka," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta pada Jumat, 8 Juli 2025.
Atas dasar itu Pramono pun melakukan groundbreaking atau peletakan batu pertama penggabungan tiga taman tersebut secara tertutup.
Pramono tidak ingin acara peletakan batu pertama tersebut diganggu oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Pasalnya pada acara peletakan batu pertama tersebut Pramono turut mengundang Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dan Ketua DPRD DKI Jakarta Khoiruddin.
"Saya tidak ingin acara groundbreaking ini karena di situ memang ada orang yang dari jauh-jauh hari pengen mengganggu," tegas Mas Pram sapaan akrabnya.
Ditemui saat berunjuk rasa, salah satu pedagang Pasar Barito, Deni (32) mengatakan yang menjadi persoalannya yaitu terkait tempat relokasi.
Kata Deni seharusnya Pemprov DKI Jakarta menyiapkan tempat siap huni untuk pedagang Pasar Barito.
Kata dia, lokasi yang disiapkan saat ini hanya sebatas lahan yang berada di kawasan Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Sementara di sana belum ada tempatnya. Kan yang namanya relokasi harus ada tempatnya," ucap Deni.
Senada dengan Deni. Pedagang di Pasar Barito lainnya, Tarno (61), menilai seharusnya Pemprov DKI menyiapkan terlebih dahulu tempat pengganti lengkap dengan bangunan kios sebelum melakukan relokasi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media