Nasional . 17/08/2025, 17:21 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pada Minggu, 17 Agustus 2025. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan kepanikan warga, tetapi juga mengakibatkan puluhan orang luka-luka dan kerusakan sejumlah bangunan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis laporan kaji cepat terkait dampak gempa yang masih terus didata.
Berdasarkan laporan BNPB per pukul 12.00 WIB, tercatat 32 orang mengalami luka-luka akibat gempa Poso terbaru ini. Dari jumlah tersebut, 16 orang dirujuk ke RSUD Poso, termasuk dua di antaranya dalam kondisi kritis. Enam korban lain mendapat perawatan di Puskesmas Tokorondo, sementara 10 orang mengalami luka ringan. Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada informasi mengenai korban jiwa.
Dampak gempa bumi Poso tidak hanya dirasakan oleh warga yang terluka, tetapi juga menimpa infrastruktur. Data sementara menunjukkan 4 rumah mengalami kerusakan berat, 33 rumah rusak ringan, dan satu unit bangunan SDN 1 Tangkura mengalami kerusakan. Tak hanya itu, tiga rumah ibadah juga terdampak, yakni Gereja Jemaat Elim Desa Masani, Gereja Gloria, dan GPDL Mahnaim.
Tim dari BPBD Kabupaten Poso bersama aparat setempat masih melakukan pendataan dan penilaian kerusakan di sejumlah desa terdampak. Lokasi yang dilaporkan mengalami dampak gempa meliputi Desa Masani, Tokorondo, Towu, Pinedapa, Tangkura, Lape, dan Bega. Aktivitas warga di desa-desa tersebut sempat terganggu karena getaran kuat dan kerusakan fasilitas umum.
Sejak gempa terjadi, BNPB langsung mengirimkan tim khusus dari Direktorat Dukungan Sumber Daya Darurat (DSDD), Kedeputian Bidang Penanganan Darurat. Tim ini ditugaskan untuk melakukan pendampingan, monitoring, kaji cepat, manajemen posko darurat, serta pengelolaan data dan informasi bencana. Penanganan darurat terus dilakukan agar masyarakat terdampak segera mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Menurut laporan resmi BNPB, kebutuhan mendesak yang harus segera dipenuhi antara lain tenda, terpal, lampu taktis, selimut, alas tidur, makanan siap saji, perlengkapan bayi, obat-obatan, serta kendaraan operasional. Fasilitas ini sangat penting untuk mendukung proses evakuasi, perawatan korban, dan kebutuhan dasar masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa.
Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan BPBD setempat guna memastikan kebutuhan pengungsi terpenuhi. Ia juga menekankan pentingnya pemulihan cepat agar aktivitas masyarakat bisa kembali normal. Selain itu, BNPB meminta warga tetap tenang namun tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Masyarakat juga diimbau untuk hanya memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan BNPB.
Meski belum ada korban jiwa yang dilaporkan, gempa Poso magnitudo 6,0 ini meninggalkan duka bagi masyarakat terdampak. Dengan bantuan pemerintah dan sinergi BNPB bersama BPBD, diharapkan proses evakuasi, penanganan korban, dan pemulihan infrastruktur dapat berjalan cepat. Dukungan logistik dan bantuan darurat menjadi kunci agar masyarakat Poso bisa segera bangkit dari bencana ini. (Fajar Ilman)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media