Politik . 22/08/2025, 19:58 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id – Presiden Prabowo Subianto mengaku terkesan dengan perkembangan pesat program Sekolah Rakyat di Indonesia. Dalam pidatonya pada acara pembekalan guru dan kepala Sekolah Rakyat di JiExpo, Jumat, 22 Agustus 2025, Prabowo menegaskan bahwa keberadaan 100 Sekolah Rakyat yang kini sudah beroperasi merupakan pencapaian besar yang di luar perkiraan awalnya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa kagumnya ketika mendengar laporan bahwa 100 Sekolah Rakyat kini telah berdiri dan berjalan. Program ini, menurutnya, menjadi salah satu langkah penting dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Saya kira ini sangat mengesankan hati saya hari ini dengan mengetahui bahwa kita sudah punya 100 Sekolah Rakyat yang berdiri dan beroperasi,” ungkap Prabowo dalam pidatonya.
Tidak hanya berhenti di situ, Prabowo juga menyampaikan bahwa pada September 2025 akan ada tambahan 65 Sekolah Rakyat baru yang siap beroperasi. Dengan begitu, jumlah total sekolah yang dibangun akan mencapai 163 unit di seluruh Indonesia.
“Saya juga diberi laporan bulan September ini, sudah akan tambah beroperasi 65 sekolah lagi. Saya kira ini sesuatu prestasi luar biasa,” kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa gagasan pembangunan Sekolah Rakyat baru ia lontarkan pertama kali pada Februari 2025. Namun, dalam kurun waktu beberapa bulan saja, sekolah-sekolah tersebut sudah bisa berdiri dan beroperasi. Ia bahkan sempat meragukan laporan para menterinya yang menyebut bisa menuntaskan pembangunan dalam waktu singkat.
“Terus terang ini di luar harapan saya. Saya memberi petunjuk gagasan ini bulan Februari, kalau tidak salah. Saat itu para menteri bilang bulan Juli kami siap membuka Sekolah Rakyat. Saya sampai bilang, jangan dipaksakan, karena saya tahu betapa sulitnya membangun sesuatu yang baru. Tapi ternyata benar,” ujarnya.
Menurut Prabowo, capaian ini bukanlah hal yang mudah. Proses pembangunan sekolah melibatkan banyak aspek, mulai dari pencarian lahan, pembangunan gedung, hingga penyiapan tenaga pengajar. Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa pencapaian 163 Sekolah Rakyat merupakan bukti nyata kerja keras lintas kementerian dalam kabinetnya.
“Inilah Kabinet Merah Putih. Begitu dapat tugas, tidak ada hari Minggu, tidak ada hari libur, semua kerja. Waktu itu saya bahkan menuduh para menteri mengarang. Tapi ternyata terbukti,” tegas Prabowo.
Bagi Prabowo, pembangunan Sekolah Rakyat bukan sekadar proyek pendidikan semata, tetapi juga menjadi bagian dari strategi besar pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan. Dengan membuka akses pendidikan yang lebih luas, pemerintah berharap dapat mencetak generasi baru yang siap membangun bangsa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media