Politik . 03/09/2025, 20:58 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menerima audiensi dari perwakilan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan bersama sejumlah organisasi mahasiswa lainnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (3/9/2025). Pertemuan ini menjadi ruang penyampaian aspirasi mahasiswa terkait isu kerakyatan, kebebasan akademik, hingga transparansi kinerja DPR.
Dalam audiensi, mahasiswa menekankan tiga poin utama. Pertama, desakan terhadap pembebasan mahasiswa yang ditahan. Kedua, pembentukan tim investigasi terkait dugaan makar dan kerusuhan dalam aksi sebelumnya. Ketiga, evaluasi menyeluruh atas transparansi kinerja DPR RI, termasuk tuntutan 17+8 yang sempat viral di media sosial.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan pihaknya terbuka terhadap aspirasi yang disampaikan. Ia menegaskan bahwa beberapa poin langsung ditanggapi dalam forum tersebut.
"Kami pimpinan DPR RI menerima aspirasi dari adik-adik BEM maupun organisasi kemahasiswaan. Beberapa hal sudah kami terima dengan baik dan kami tanggapi," kata Dasco kepada wartawan.
Mahasiswa meminta DPR memperjuangkan pembebasan rekan mereka yang ditahan aparat. Menanggapi hal ini, Dasco menyebut DPR akan berkoordinasi dengan kepolisian. Namun, ia menekankan ada pengecualian bagi mahasiswa yang terbukti melakukan tindakan anarkis.
"Kita akan lihat kasus per kasus. Apabila dapat dikomunikasikan, kita akan komunikasikan. Namun, untuk yang terbukti melakukan tindakan anarkis tentu berbeda," ujarnya.
Menjawab pertanyaan soal waktu pelaksanaan audiensi, Dasco menegaskan bahwa DPR selalu terbuka terhadap aspirasi publik. Ia mencontohkan pembahasan KUHAP yang hingga kini masih berlangsung karena banyak menerima masukan masyarakat, termasuk mahasiswa.
Menurutnya, pada aksi-aksi sebelumnya DPR sebenarnya ingin menemui massa. Namun, situasi di lapangan tidak kondusif karena adanya pihak yang disebut sebagai "penumpang gelap".
"Kalau kemarin dalam aksi, kami juga mau keluar untuk menerima, seperti hari ini. Tetapi ketika kami mau keluar, suasana di lapangan sudah tidak kondusif," jelasnya.
Terkait permintaan pembentukan tim investigasi dugaan makar, Dasco menyatakan DPR akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah. Ia menegaskan hal ini penting untuk ditindaklanjuti sesuai arahan Presiden.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media