Hukum dan Kriminal . 20/09/2025, 15:11 WIB

Viral Soal Kepala Sekolah, LHKPN Wali Kota Prabumulih Arlan Jadi Sorotan KPK

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Wali Kota Prabumulih, Arlan, yang sempat viral karena diduga memecat kepala sekolah lantaran anaknya membawa mobil ke sekolah, kini kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan tertuju pada laporan harta kekayaannya di Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Dalam berkas terbarunya, Arlan tercatat memiliki kekayaan total sekitar Rp17 miliar. Ia melaporkan kepemilikan 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Prabumulih dan Ogan Ilir dengan nilai keseluruhan Rp5,87 miliar.

Selain itu, ia juga melaporkan 12 alat transportasi senilai Rp4,9 miliar, mulai dari tiga unit motor Yamaha, truk Mitsubishi Colt Diesel, lima unit truk Hino, dua unit Mitsubishi Triton, hingga satu unit buldozer John Deere 450J.

Meski begitu, publik ramai membicarakan laporan Arlan yang sebelumnya hanya mencantumkan motor, truk, dan buldozer.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menegaskan, pihaknya akan memeriksa keabsahan laporan tersebut.

“Nanti akan dicek apakah memang ada laporan yang belum lengkap. Maka, KPK bisa melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan,” kata Budi di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu, 20 September 2025.

Ia menambahkan, klarifikasi pengisian LHKPN dapat dilakukan secara langsung maupun daring. Proses ini bertujuan memastikan setiap penyelenggara negara jujur dalam melaporkan harta kekayaannya.

“Patuh jangan dimaknai hanya sekadar tepat waktu, tapi juga patuh terhadap isi laporan. Kejujuran dalam LHKPN adalah salah satu upaya mencegah praktik korupsi,” jelas Budi.

Sementara itu, Arlan telah dipanggil Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis, 18 September 2025 terkait polemik dugaan pemecatan Kepala SMP Negeri 1 Prabumulih. Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan permintaan maaf.

“Saya mengakui kesalahan saya. Saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia, khususnya warga Prabumulih, dan kepada Pak Roni, Kepala SMPN 1, atas kejadian ini,” ujar Arlan.

Ia menegaskan, kejadian ini menjadi pelajaran penting baginya, baik sebagai kepala daerah maupun sebagai orang tua. Arlan juga membantah kabar bahwa anaknya terbiasa menyetir sendiri ke sekolah.

“Anak saya selalu diantar sopir ke sekolah. Tidak pernah menyetir sendiri,” tegasnya.

(Ayu Novita)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com