Nasional . 25/09/2025, 20:29 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Inovasi pembelajaran berbasis teknologi kian dirasakan manfaatnya di lingkungan pendidikan luar biasa. Salah satunya melalui pemanfaatan Smart Board atau papan interaktif digital (IFP) yang kini hadir di SLB-A Pembina Tingkat Nasional Jakarta.
Perangkat yang mulai digunakan sejak akhir Agustus itu menjadi angin segar, tak hanya bagi siswa, tapi juga bagi para guru dalam memberikan materi ajar yang lebih inklusif dan interaktif.
Salah satu guru pengampu teknologi di sekolah tersebut, Fahmi Budiansyah, menyampaikan kesan mendalam terhadap kemudahan dan aksesibilitas yang ditawarkan Smart Board, terutama bagi siswa tunanetra.
“Papan interaktif ini sangat membantu. Sistemnya sudah mendukung aksesibilitas, termasuk adanya fitur top-bed yang bisa digunakan anak-anak tunanetra untuk mengakses papan secara mandiri,” ujar Fahmi saat ditemui di sekolah dikutip dari keterangannya, Kamis, 25 September 2025.
Bisa Kuis, Cari Video, Hingga Screen Share
Menurut Fahmi, papan interaktif digunakan dalam berbagai metode belajar, mulai dari kuis edukatif, pencarian materi dalam bentuk video atau audio, hingga koneksi screen share antara laptop siswa dengan Smart Board.
“Misalnya satu papan bisa dipakai 4–5 siswa sekaligus. Kita bisa share screen dari perangkat mereka ke papan, jadi guru bisa langsung memonitor aktivitas belajarnya. Ini sangat memudahkan, terutama untuk anak-anak berkebutuhan khusus,” jelasnya.
Awalnya, Fahmi sempat kesulitan karena belum familiar dengan perangkat tersebut. Namun, ia akhirnya menemukan bahwa sistem Smart Board berbasis Android dan memiliki pembaca layar bawaan, yang sangat krusial bagi siswa tunanetra.
“Setelah saya eksplorasi, ternyata fiturnya mirip Android. Ada screen reader atau pembaca layar. Saya coba dulu sendiri, lalu setelah yakin bisa, saya ajarkan ke siswa. Dan benar, mereka bisa mengakses papan ini sendiri,” ungkapnya.
Siswa Bisa Akses YouTube Secara Mandiri
Salah satu momen yang paling membekas bagi Fahmi adalah ketika seorang siswa tunanetra berhasil membuka aplikasi YouTube tanpa bantuan.
“Smart board ini bisa mengeluarkan audio dan visual. Jadi meskipun mereka tidak bisa melihat, tapi bisa tetap mengakses informasi lewat suara. Anak-anak bisa buka YouTube sendiri. Itu luar biasa,” katanya dengan bangga.
Ia juga menceritakan pengalaman menarik bersama siswa bernama Gres, yang saat itu mengalami kerusakan layar pada laptopnya. Untuk mengatasi kendala tersebut, laptop Gres disambungkan langsung ke papan interaktif agar tetap bisa belajar.
“Itu solusi yang luar biasa. Jadi meskipun laptop Gres layarnya mati, dia tetap bisa belajar lewat papan interaktif,” jelasnya.
Apresiasi untuk Pemerintah: Bukti Negara Hadir
Fahmi menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap aksesibilitas pendidikan bagi anak-anak disabilitas.
“Terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah peduli pada pendidikan anak-anak berkebutuhan khusus. Negara yang maju adalah negara yang memikirkan aksesibilitas, dan ini salah satu buktinya,” ucap Fahmi.
Ia berharap program serupa terus dikembangkan, sehingga semua jenjang pendidikan di SLB, dari TKLB, SDLB, SMPLB hingga SMALB, bisa mendapatkan manfaat yang sama.
“Mudah-mudahan program ini tidak berhenti di sini. Anak-anak disabilitas juga berhak mendapatkan pendidikan yang modern dan inklusif. Pemerintah harus terus memperluas fasilitas seperti ini agar semua bisa merasakan manfaatnya,” tutup Fahmi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media