Megapolitan . 26/09/2025, 17:53 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – PT Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division mulai membuka kembali sebagian gerbang tol (GT) dalam kota yang rusak akibat perusakan saat aksi unjuk rasa. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kemacetan parah yang melanda sejumlah ruas jalan ibu kota pada Rabu, 24 September 2025 sore hingga malam.
Marketing and Communication Department Head Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division, Panji Satriya menyampaikan, saat ini terdapat empat gerbang tol yang sudah beroperasi, meski sebagian masih secara parsial.
“Empat gerbang tol dalam kota yang sudah bisa dilintasi adalah GT Senayan dengan dua lajur, GT Semanggi 1 dengan satu lajur, GT Slipi 1 penuh, serta GT Semanggi 2 yang akan beroperasi setelah rekayasa contraflow selesai,” ujar Panji, Jumat, 26 September 2025.
Sementara itu, GT Slipi 2, GT Pejompongan, dan GT Kuningan 1 masih dalam tahap persiapan perbaikan dan pengangkutan material. Untuk menjaga kelancaran, Jasa Marga menambah petugas bantu tapping serta menggunakan mobile reader di gerbang tol yang beroperasi parsial.
Senior General Manager JMT, Widiyatmiko Nursejati, menegaskan pihaknya terus berkoordinasi dengan kepolisian dan para pemangku kepentingan lain agar perbaikan bisa dipercepat tanpa mengorbankan layanan lalu lintas.
“Kami pastikan layanan lalu lintas tetap optimal. Namun kami juga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pengguna jalan sejak kemarin,” kata Widiyatmiko.
Jasa Marga mengimbau pengguna jalan untuk mengantisipasi potensi kepadatan di Jalan Tol Cawang–Tomang–Pluit, serta memanfaatkan jalur alternatif melalui jaringan Jalan Tol JORR2 yang terhubung dengan berbagai akses lainnya.
Sebelumnya, kemacetan panjang terjadi di beberapa ruas utama, termasuk Jalan Palmerah Barat menuju Jalan Penjernihan I, hingga butuh lebih dari satu jam bagi pengendara motor menembus jalur Pasar Palmerah menuju TPU Karet Bivak. Kemacetan juga meluas ke Jalan Palmerah Utara, Slipi, dan Gatot Subroto.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menyesalkan terjadinya kemacetan horor tersebut. Ia menilai lambannya proses perbaikan pintu tol, terutama Semanggi 1 dan 2 yang sempat terbakar, menjadi penyebab utama.
“Saya menyesalkan ini terjadi. Karena penanganan yang cukup lama, kemacetan jadi meluas kemana-mana. Secara khusus kami akan meminta pertanggungjawaban Jasa Marga. Ke depan jangan sampai ini terulang kembali,” tegas Pramono di Balai Kota, Kamis, 25 September 2025.
(Cahyono)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media