Politik . 29/09/2025, 08:38 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.od - Muktamar X Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang digelar di Ancol, Jakarta Utar, Sabtu, 27 September 2025 berakhir ricuh setelah Mardiono dan Agus Suparmanto sama-sama mengklaim diri sebagai ketua umum terpilih. Situasi ini memicu keprihatinan luas, termasuk dari para pengurus Eksponen Fusi 1973, yang menyerukan penyelamatan partai berlambang Kakbah itu.
Ketua Umum Parmusi, Husnan Bey Fananie menegaskan, jalan keluar bagi konflik PPP hanya bisa ditempuh dengan mengembalikan partai ke akar sejarahnya: semangat fusi politik Islam tahun 1973, ketika Parmusi, NU, PSII, dan Perti melebur dalam satu wadah perjuangan.
“PPP lahir sebagai rumah besar umat Islam, bukan milik segelintir elite. Jika ada kisruh, maka solusinya adalah kembali pada semangat fusi, yakni persatuan, integritas, dan khittah perjuangan partai,” ujar Husnan, Senin, 29 September 2025.
Senada, Ketua Umum Perti, Anwar Sanusi mengingatkan, PPP lahir dari tekad besar menyatukan kekuatan politik umat.
“Penyatuan itu harus kembali menjadi pijakan, bukan malah retak oleh ambisi pribadi atau kepentingan sesaat,” tegasnya.
Sementara itu, pengurus Sarekat Islam, Imam Cokroaminoto, cucu pendiri pergerakan HOS Tjokroaminoto, menegaskan pentingnya mengembalikan PPP ke jalur sejarah.
“PPP ini bukan milik satu orang. Kalau ada kisruh, jalan keluarnya adalah kembali ke eksponen fusi tersebut,” katanya.
Tokoh Perti, Irene Rusli Halil, bahkan menyebut Muktamar X PPP telah menzalimi para muktamirin.
“Kasihan, niat baik mereka berubah jadi buruk karena kepentingan segelintir orang,” ujarnya.
Minta Pemerintah Tidak Legalkan Hasil Muktamar
Eksponen Fusi 1973 sepakat meminta Menkum tidak mengesahkan kedua kubu yang mengklaim kemenangan, karena dinilai cacat hukum dan melanggar AD/ART partai.
Cendekiawan Muslim, TB Massa Djafar menambahkan, konflik tidak akan selesai jika PPP masih terjebak politik transaksional.
“Jangan biarkan PPP menjadi partai kleptokrasi dan politik broker. Itu menghancurkan masa depan partai,” tegasnya.
Menurutnya, jalan kebangkitan PPP hanya satu: kembali pada spirit Fusi 1973, memperkuat representasi politik umat Islam, dan menegakkan mekanisme musyawarah mufakat serta check and balances di internal partai.
Seruan Kebangkitan
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media