Nasional . 04/10/2025, 17:22 WIB

BNPB Percepat Evakuasi Korban Musala Runtuh di Ponpes Al Khoziny, 49 Orang Masih Hilang

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyampaikan pembaruan terkini terkait penanganan bencana runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur.

Hingga memasuki hari keenam operasi pencarian, Jumat, 3 Oktober 2025 malam, total korban tercatat 167 orang, terdiri dari 104 orang selamat, 14 meninggal dunia, dan 49 lainnya masih belum ditemukan.

"14 korban tewas sudah ditemukan. Sembilan jenazah masih dalam proses identifikasi tim DVI, sementara 49 lainnya masih dinyatakan hilang," kata Suharyanto kepada wartawan, Sabtu, 4 Oktober 2025.

Menurutnya, proses identifikasi berjalan lambat karena sebagian besar korban merupakan santri anak-anak yang belum memiliki KTP maupun rekam sidik jari. Kondisi jenazah yang telah tertimbun selama beberapa hari juga menyulitkan pengenalan secara visual.

"Karena itu salah satu cara yang digunakan adalah pemeriksaan DNA. Namun tim DVI Polri memiliki beberapa metode dan akan memaksimalkan identifikasi secepat mungkin," paparnya.

Evakuasi Difokuskan pada Pembersihan Reruntuhan

BNPB kini memprioritaskan pembersihan puing bangunan menggunakan alat berat di titik-titik yang telah ditandai sebagai lokasi potensial keberadaan korban.

"Targetnya, hari ini jumlah korban yang ditemukan bisa lebih banyak," tuturnya.

Suharyanto menjelaskan, proses evakuasi tidak bisa dilakukan tergesa-gesa karena berisiko merusak jasad korban.

"Kita tidak ingin asal mengambil karena bisa merusak kondisi jenazah. Prinsipnya, kemanusiaan tetap nomor satu meski korban sudah meninggal," ujarnya.

Keluarga Diminta Tunggu di RS Bhayangkara

Untuk memberikan kenyamanan dan pelayanan lebih baik, BNPB meminta keluarga korban menunggu di RS Bhayangkara Surabaya, bukan di area reruntuhan.

"Supaya keluarga lebih tenang, kami siapkan tempat representatif di RS Bhayangkara, lengkap dengan logistik. Jadi mereka bisa menunggu proses identifikasi dengan lebih baik," terangnya.

Suharyanto Klarifikasi Isu Kericuhan

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com