Megapolitan . 05/10/2025, 19:15 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
fin.co.id - Di tengah hiruk pikuk kota, sebuah oase spiritual hadir di Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah, Cilongok, Kabupaten Tangerang. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru, Gubernur Banten Andra Soni dan Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, berkumpul pada Minggu (5/10/2025) untuk menghadiri Haul ke-67 Tuan Syekh Abdul Qodir Jailani.
Acara tahunan ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sebuah perjalanan batin untuk mengenang dan meneladani jejak seorang ulama besar yang dikenal sebagai Sulthanul Auliya', pemimpin para wali.
Kekhusyukan di Balik Tradisi
Sejak pagi hari, area pesantren telah dipadati jamaah yang datang dengan angkutan umum, sepeda motor, mobil pribadi, bahkan berjalan kaki. Mereka datang dengan satu tujuan: mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengharap keberkahan dari Tuan Syekh Abdul Qodir Jailani.
Rangkaian acara dimulai dengan dzikir yang menggema, diikuti pembacaan manaqib (biografi) Syekh Abdul Qodir Jailani yang penuh inspirasi. Suasana khidmat semakin terasa saat tausiyah disampaikan, mengingatkan jamaah akan pentingnya keikhlasan, kesabaran, dan pengabdian kepada sesama.
Pesan dari Bupati Tangerang
Bupati Tangerang, Moch. Maesyal Rasyid, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas terselenggaranya haul akbar ini. "Haul ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada ulama besar, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani akhlak beliau yang penuh dengan keikhlasan, kesabaran, dan pengabdian kepada umat," ujarnya dengan suara bergetar.
Maesyal Rasyid juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pondok Pesantren Al-Istiqlaliyah yang telah berkontribusi besar dalam mencetak generasi muda berilmu dan berakhlak mulia. "Pesantren ini telah melahirkan berbagai santri yang berilmu dan berakhlak mulia. Pemerintah Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan pendidikan keagamaan dan peran pesantren sebagai benteng moral masyarakat," imbuhnya.
Simbol Penghargaan
Pada kesempatan tersebut, Bupati Tangerang bersama Gubernur Banten menerima cinderamata miniatur mahkota Raja Sunda "Binokasih" dari Kerajaan Sumedang Larang, sebagai simbol penghargaan atas perhatian dan dukungan mereka terhadap pelestarian nilai-nilai budaya.
Acara haul ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh para habaib dan ulama, memohon agar semangat Syekh Abdul Qodir Jailani terus hidup dalam hati setiap muslim.
Menggali Makna Lebih Dalam
Haul Syekh Abdul Qodir Jailani bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang menghidupkan kembali nilai-nilai yang beliau ajarkan. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, keteladanan Syekh Abdul Qodir Jailani menjadi sumber inspirasi bagi umat Islam untuk terus berjuang meningkatkan kualitas diri dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media