Megapolitan . 06/10/2025, 19:41 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Guna menekan meningkatnya penggunaan gawai di kalangan anak usia dini, tim dosen dari Universitas Esa Unggul (UEU) meluncurkan sebuah inisiatif kreatif bertajuk “Peer Mentoring Remaja Berbasis Komunitas sebagai Strategi Edukasi Non-Digital untuk Mengurangi Screen Time pada Anak Usia Prasekolah”.
Program ini memperoleh dukungan dari Hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang dikeluarkan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2025, serta dilaksanakan di RW/RT 001/02, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Kegiatan tersebut melibatkan 10 remaja Islam dari Masjid Al-Muttaqien yang dibekali pelatihan untuk menjadi peer mentor bagi 20 anak prasekolah, dengan fokus pada aktivitas bermain edukatif tanpa penggunaan perangkat digital.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widia Sari menjelaskan, gagasan program ini lahir dari kekhawatiran atas semakin lamanya waktu anak-anak menatap layar, terutama di wilayah perkotaan.
“Kami ingin memperkenalkan cara bermain yang menyenangkan dan mendidik tanpa gawai, dengan melibatkan remaja sebagai pendamping. Anak-anak belajar sambil berinteraksi sosial secara langsung,” ujarnya dalam keterangan, Senin, 6 Oktober 2025.
Para remaja yang telah mengikuti pelatihan kemudian mengimplementasikan pendampingan melalui beragam permainan edukatif non-digital seperti busy book, storytelling cards, dan sensory play box. Berdasarkan hasil evaluasi, 30 persen anak menunjukkan penurunan durasi screen time, sementara 50 persen lainnya aktif mengikuti kegiatan non-digital di setiap sesi yang dipandu langsung oleh para remaja mentor.
Kegiatan ini turut melibatkan dosen Erna Veronika serta Abdurrasyid, bersama mahasiswa UEU dalam proses pelatihan, observasi, dan evaluasi di lapangan. Selain memberi manfaat bagi anak-anak, program ini juga berdampak positif terhadap peningkatan kepercayaan diri dan kemampuan sosial para remaja, yang kini menjadi teladan bagi anak-anak di lingkungan mereka.
Sebagai langkah lanjutan, tim berencana membentuk Forum Remaja Penggerak Edukatif Non-Digital agar kegiatan bermain edukatif ini dapat terus berjalan secara rutin di wilayah mitra. Tak hanya itu, hasil dari kegiatan ini juga akan dikembangkan menjadi model pengasuhan digital sehat berbasis komunitas, yang diharapkan bisa diterapkan di kawasan perkotaan lainnya.
“Kami berharap program ini menjadi gerakan nyata untuk membangun generasi anak yang aktif, kreatif, dan sehat tanpa ketergantungan pada gawai,” tutup Widia Sari.
Program ini merupakan bukti nyata kontribusi Universitas Esa Unggul dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG 3 – Kesehatan yang Baik dan SDG 4 – Pendidikan Berkualitas), serta sejalan dengan Asta Cita ke-4, yang menekankan peningkatan kualitas hidup dan pendidikan anak sejak usia dini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media