Nasional . 16/10/2025, 19:54 WIB

BEM PTNU Bergerak: Santri Angkat Suara Bela Marwah Pesantren

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id – Suasana depan kantor Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) pada Kamis, 16 Oktober 2025, berubah menjadi lautan mahasiswa. Sekitar 500 mahasiswa dari berbagai kampus Nahdlatul Ulama yang tergabung dalam BEM PTNU se-Nusantara menggelar aksi damai sebagai bentuk protes atas tayangan Trans7 yang dinilai menyinggung para kiai dan pesantren.

Presidium Nasional BEM PTNU, Achamad Baha’ur Rifqi, memimpin orasi di atas mobil komando. Suaranya menggema di antara lautan bendera merah putih sepanjang 200 meter. “Ketika banyak orang bilang penghormatan santri pada kiai adalah feodalisme, kami jawab tegas: itu bukan feodalisme. Itu adalah adab dan etika ilmu,” ujarnya lantang.

Menjaga Adab, Menegakkan Marwah

Rifqi menekankan bahwa penghormatan santri kepada kiai bukan bentuk pemujaan, melainkan penghargaan terhadap ilmu dan moral bangsa. Ia menilai, bangsa yang kehilangan adab justru tengah kehilangan arah. Seruan boikot terhadap Trans7, kata Rifqi, lahir bukan dari amarah sesaat, tetapi sebagai ijtihad moral santri untuk menjaga kehormatan pesantren dan ulama.

“Kami tidak sedang membenci media,” tambahnya. “Kami hanya menuntut keadilan etika penyiaran agar pesantren dan kiai tidak dijadikan bahan sensasi.”

Tuntutan BEM PTNU untuk KPI

Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pesantren besar seperti Al-Khoziny, Lirboyo, dan Somalangu menjadi sorotan pemberitaan yang kontroversial. Rifqi menyebut hal itu sebagai upaya sistematis yang dapat merusak citra pesantren di mata publik. Karena itu, BEM PTNU menuntut KPI mengambil langkah tegas terhadap lembaga penyiaran yang dianggap sembrono dalam memproduksi konten.

Adapun empat poin tuntutan BEM PTNU kepada KPI adalah:

1. Penindakan tegas terhadap pelanggaran etika penyiaran.

2. Rekomendasi kepada Kominfo untuk mencabut hak siar Trans7.

3. Evaluasi dan reformasi lembaga penyiaran nasional.

4. Instruksi bagi media untuk menjaga marwah pesantren dan ulama.

Demonstrasi Damai, Pesan Tegas

Meski orasi berlangsung keras, aksi BEM PTNU tetap tertib tanpa kekerasan. Mahasiswa membawa poster kritik, kutipan kitab, dan pesan moral sebagai wujud protes intelektual. “Modernitas tidak identik dengan amnesia budaya,” kata Rifqi menegaskan. “Bangsa boleh maju, tapi jangan memaksa santri melupakan adab.”

Menutup aksinya, Rifqi menyampaikan pesan yang disambut sorak takbir para peserta: “Kalau negara tidak mendengar, bukan santri yang kehilangan sopan—tapi negara yang kehilangan pendengaran.”

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com