Nasional . 17/10/2025, 23:08 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Ketua Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan berperan sebagai penyedia utama bahan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu ia sampaikan seusai menghadiri acara peletakan batu pertama Koperasi Desa Merah Putih yang digelar di Cibitung, Jawa Barat, Jumat, 17 Oktober 2025.
“Mitra ideal bagi Badan Gizi adalah Koperasi Desa Merah Putih. Koperasi ini akan menjadi agregator, yang mengoordinasikan para petani, peternak, dan nelayan agar bisa melakukan produksi secara terjadwal. Dengan begitu, seluruh kebutuhan pasokan tersedia di koperasi, dan nantinya SPPG akan membeli bahan-bahan tersebut melalui koperasi,” ujar Dadan kepada wartawan.
Dadan mencontohkan, setiap satu SPPG rata-rata membutuhkan sekitar lima ton beras per bulan, atau setara dengan 10 ton gabah kering giling.
“Kalau dihitung, kebutuhan itu berasal dari sekitar dua hektare lahan panen. Jadi untuk satu SPPG, total luas panen yang dibutuhkan mencapai 24 hektare, itu baru dari satu petani,” jelasnya.
Selain beras, kebutuhan bahan pangan lain juga cukup besar. “Setiap minggu satu SPPG memerlukan sekitar 30 pohon pisang. Artinya, dalam sebulan dibutuhkan 120 pohon pisang, dan dalam setahun mencapai 1.440 pohon,” tambahnya.
Sebagai informasi, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes/Kel) nantinya akan mengelola berbagai jenis usaha, mulai dari gerai sembako, apotek desa, unit simpan pinjam, klinik desa, hingga fasilitas penyimpanan dingin dan logistik. Usaha-usaha tersebut disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah.
Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantoro, menyampaikan bahwa Koperasi Desa Merah Putih akan didukung pendanaan operasional dari Kementerian Keuangan sebesar Rp16 triliun untuk menggerakkan sekitar 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.
“Kita doakan agar koperasi desa ini segera beroperasi, sehingga dana Rp16 triliun yang sudah disiapkan bisa dimanfaatkan sebaik mungkin demi kesejahteraan masyarakat di desa,” ujar Ferry.
(Ayu Novita)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media