Megapolitan . 18/10/2025, 15:22 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan terus mengusut kasus meninggalnya seorang terapis Delta Spa Pejaten berinisial RTA, yang ternyata masih berusia 14 tahun.
Kanit PPA Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Citra Ayu mengungkapkan, korban diduga melamar pekerjaan menggunakan KTP milik kerabatnya.
“Berdasarkan hasil informasi dari Dukcapil, benar bahwa yang bersangkutan sesuai dengan registrasi Kartu Keluarga bernama RTA dengan usia 14 tahun. KTP yang digunakan oleh korban untuk mendaftar pekerjaan adalah milik kerabatnya yang masih satu keluarga,” ujar AKP Citra Ayu kepada awak media.
Dari hasil penyelidikan awal, polisi juga mendapatkan keterangan dari pihak rekrutmen perusahaan tempat korban melamar kerja. RTA diketahui mendaftar dengan identitas palsu atas nama ‘SA’, setelah tertarik dengan siaran langsung (live) yang dilakukan temannya di media sosial TikTok.
“Informasi dari pihak rekrutmen menyebutkan bahwa perusahaan memang mengetahui korban mendaftar dengan identitas berbeda. Awalnya korban tertarik setelah melihat temannya live dari TikTok, kemudian datang untuk melakukan wawancara kerja,” jelas AKP Citra.
Penyidik Unit PPA kini tengah mempersiapkan pemanggilan sejumlah pihak untuk dimintai keterangan lanjutan terkait dugaan kelalaian dalam proses penerimaan tenaga kerja di bawah umur tersebut.
“Rencana selanjutnya, kami akan mengundang dua pihak untuk diperiksa minggu depan, yaitu kerabat korban yang identitasnya digunakan saat mendaftar kerja, serta orang lapangan yang melakukan proses rekrutmen,” tambahnya.
Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah terdapat unsur pelanggaran hukum atau kelalaian dari pihak-pihak terkait dalam proses perekrutan korban.
Diketahui, RTA ditemukan meninggal dunia pada Kamis, 2 Oktober 2025, di area sekitar tempatnya bekerja, Delta Spa Pejaten, Jakarta Selatan. Polisi saat ini masih menunggu hasil autopsi dan keterangan tambahan untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
(Rafi Adhi)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media