Nasional . 20/10/2025, 16:29 WIB

MWCNU Cisaat Gelar KTT Peradaban Islam 2025: Pesantren Teguhkan Peran Moral di Tengah Tantangan Media

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cisaat akan menyelenggarakan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Peradaban Islam & Pesantren 2025, di Universitas Nusa Putra, Sukabumi, Selasa, 21 Oktober 2025.

Kegiatan ini digagas oleh Ketua MWCNU Cisaat, Muhammad Azzaam Muttaqie, Lc, sebagai wujud kepedulian terhadap dinamika nasional yang berkaitan dengan marwah pesantren, khususnya setelah mencuatnya polemik program “Xpose Uncensored” di Trans7 yang dinilai menyinggung Pondok Pesantren Lirboyo dan KH. Anwar Manshur.

Tayangan tersebut menuai reaksi keras dari masyarakat luas, para alumni pesantren, dan berbagai lembaga keagamaan. NU Online bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut menyampaikan keprihatinan mendalam, menegaskan bahwa media massa seharusnya berfungsi sebagai sarana edukasi dan pencerahan publik, bukan memprovokasi apalagi merendahkan simbol-simbol keagamaan.

Gelombang protes masyarakat kemudian membanjiri media sosial dengan tagar #BoikotTrans7, yang sempat menjadi trending nasional. Setelah mendapat teguran dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), pihak Trans7 akhirnya menyampaikan permohonan maaf secara resmi. Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi dunia penyiaran tentang pentingnya menjaga kehormatan pesantren sebagai penjaga moral bangsa.

Dalam konteks tersebut, KTT Peradaban Islam & Pesantren 2025 hadir sebagai ruang refleksi dan pembelaan intelektual terhadap pesantren. Ketua MWCNU Cisaat, Muhammad Azzaam Muttaqie, menegaskan bahwa konferensi ini merupakan ajang strategis untuk menegaskan kembali peran pesantren sebagai pusat nilai, ilmu, dan budaya Islam.

“Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan. Ia adalah benteng peradaban Islam dan penjaga tradisi keilmuan yang luhur. Ketika pesantren dihina, yang diserang bukan hanya kiai dan santri, tapi juga jantung moral bangsa,” tegas Azzaam dalam keterangannya, Senin, 20 Oktober 2025.

Lebih jauh, Azzaam menjelaskan bahwa forum ini juga menjadi momentum penting untuk memperkuat literasi media di kalangan santri, agar mereka mampu bersikap kritis terhadap arus informasi yang dapat menyesatkan atau mendiskreditkan lembaga keagamaan.

KTT tersebut akan menghadirkan ulama, akademisi, dan tokoh pesantren dari berbagai daerah, mengusung tema besar: “Membangun Jembatan Peradaban Islam 2030: Meneguhkan ASWAJA di Era Digital dan Tantangan Media.”

Agenda utama konferensi meliputi sidang plenari, simposium internasional pesantren, serta peluncuran Visi Peradaban Islam 2030, yang dirancang sebagai arah strategis penguatan peran pesantren di masa depan.

Melalui forum ini, MWCNU Cisaat berupaya menegaskan kembali pesantren sebagai pilar keilmuan, moralitas, dan kebudayaan Islam di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat pesantren untuk turut menjaga etika media dan membangun narasi publik yang lebih berkeadaban.

“KTT ini bukan ajang balas dendam, melainkan ruang dialog dan refleksi. Kita ingin mengembalikan pesantren pada posisi mulianya, sumber ilmu, sumber akhlak, dan sumber peradaban,” tutup Azzaam.

Dengan semangat itu, Sukabumi akan menjadi saksi lahirnya gelombang baru kebangkitan Islam moderat, yang berpijak pada tradisi, beradab dalam sikap, serta berkeadilan dalam visi kebangsaan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com