Viral . 24/10/2025, 16:35 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan pesan kuat soal pentingnya menjaga persatuan bangsa. Ia menegaskan, Indonesia adalah rumah besar yang dibangun dari berbagai suku dan budaya, sehingga tak ada ruang untuk saling menghina atau merendahkan satu sama lain.
“Indonesia tanpa Aceh bukan Indonesia. Tanpa NTT, tanpa Papua, tanpa Jawa, tanpa Kalimantan — semuanya bagian dari kesatuan. Jadikanlah Indonesia sebagai rumah kita bersama yang utuh. Kita harus jaga kekompakan ini,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (24/10/2025).
Bahlil juga mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam politik adu domba atau divide et impera yang bisa memecah belah bangsa. “Jangan sampai kita terlena dengan politik divide et impera ala tradisional yang primitif. Jangan,” tegasnya.
Ia menyoroti bahwa setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan, dan hanya Tuhan yang berhak menilai kemuliaan seseorang. “Belum tentu orang ganteng itu cerdas pikirannya. Belum tentu orang yang tidak sempurna tubuhnya itu jelek pikirannya. Yang bisa membedakan kemuliaan orang di muka bumi hanyalah dia dengan Tuhan,” ujar Bahlil.
Dalam kesempatan itu, Bahlil juga menyinggung soal meme atau komentar negatif yang menyerangnya di media sosial. Ia mengaku tak terlalu mempermasalahkan hal tersebut karena sejak kecil sudah terbiasa dengan hinaan.
“Saya memang sudah biasa dihina sejak kecil. Saya bukan anak pejabat, saya anak orang kampung. Ibu saya buruh cuci di rumah orang, ayah saya buruh bangunan,” tuturnya. “Jadi kalau ada meme atau komentar yang mengarah ke pribadi, bagi saya nggak apa-apa.”
Meski begitu, ia menegaskan pentingnya menjaga batas dalam berpendapat, terutama agar tidak menyentuh ranah rasis atau menyerang latar belakang seseorang. “Kalau kritik kebijakan itu nggak apa-apa, tapi kalau sudah pribadi dan rasis, itu menurut saya nggak bagus,” kata Bahlil.
Pesan Bahlil ini sekaligus menjadi pengingat di tengah derasnya arus media sosial yang sering kali memicu polarisasi. Ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak menanggapi perbedaan dan tetap menjaga persaudaraan sebagai bagian dari Indonesia yang beragam.
Dengan nada tegas namun hangat, Bahlil menutup pesannya: “Kita ini satu rumah. Jangan biarkan ego dan kebencian merusak fondasi kebersamaan yang sudah kita bangun.” - Anisha Aprilia/Disway -
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media