Internasional . 24/10/2025, 09:30 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump peringatkan Perdana Menteri Israel Benjaminn Netanyahu bahawa negaranya akan kehilangan dukungan dari Washington jika ngotot ingin mencaplok Tepi Barat Gaza dari Palestina.
Peringatan itu disampaikan Trump dalam wawancara dengan harian Time pada Kamis 23 Oktober 2025.
“Israel akan kehilangan seluruh dukungannya dari Amerika Serikat jika itu terjadi,” ujarnya ketika ditanya mengenai konsekuensi dari langkah aneksasi tersebut.
Trump menambahkan, pencaplokan itu tidak akan pernah terjadi karena dirinya telah berjanji kepada sejumlah negara Arab. Ia juga menilai, komitmen tersebut telah membuat Amerika Serikat memperoleh dukungan besar dari kawasan Timur Tengah.
Mantan presiden itu menyatakan bahwa selama masa kepemimpinannya, kondisi Timur Tengah akan tetap stabil dan menuju arah yang lebih baik. Namun, ia memperingatkan bahwa situasi dapat berubah drastis bila digantikan oleh pemimpin yang tidak dihormati di dunia internasional.
“Jika presiden yang buruk datang, itu bisa berakhir dengan sangat mudah... Jika mereka menghormati presiden, itu akan menjadi perdamaian jangka panjang yang indah,” kata Trump.
Sebelumnya, pada September lalu, Trump juga menegaskan tidak akan mengizinkan Israel untuk mencaplok wilayah Tepi Barat.
Situs Axios yang mengutip sumber anonim melaporkan bahwa Gedung Putih telah memberi tahu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa melanjutkan konflik di Timur Tengah hanya akan membuat Israel semakin terisolasi.
Trump diketahui telah mengajukan rencana perdamaian di Gaza yang berisi 20 poin pada 29 September. Dalam rancangan itu, ia menyerukan gencatan senjata segera dengan syarat pembebasan sandera dalam waktu 72 jam.
Rencana tersebut juga mencakup pembentukan pemerintahan baru di Jalur Gaza tanpa melibatkan Hamas maupun kelompok bersenjata Palestina lainnya. Pengelolaan wilayah Gaza, menurut usulan itu, akan diserahkan kepada komite teknokrat di bawah pengawasan badan internasional yang dipimpin Trump.
Kesepakatan untuk melaksanakan tahap pertama rencana tersebut tercapai pada 9 Oktober, ketika Israel dan Hamas menyetujui langkah awal menuju penghentian perang di Jalur Gaza yang telah berlangsung selama dua tahun.
Empat hari kemudian, tepatnya pada 13 Oktober, Trump bersama Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menandatangani deklarasi gencatan senjata di wilayah Palestina itu.
Sebagai bagian dari kesepakatan, Hamas diwajibkan membebaskan 20 sandera Israel yang masih hidup dan ditahan sejak 7 Oktober 2023. Sebagai imbalannya, Israel sepakat membebaskan 1.718 tahanan asal Gaza serta 250 tahanan Palestina yang ditahan di berbagai penjara di Israel.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media