Internasional . 26/10/2025, 10:59 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id – Setelah penantian panjang selama 14 tahun, Timor Leste akhirnya resmi menjadi anggota penuh ASEAN. Momen bersejarah ini dikukuhkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-47 yang digelar di Malaysia pada Minggu, 26 Oktober 2025.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyebut keanggotaan Timor Leste memberi makna baru bagi visi dan solidaritas kawasan Asia Tenggara. “Keanggotaan bersejarah Timor-Leste ke dalam ASEAN hari ini memberikan makna baru bagi visi tersebut. Sekali lagi, selamat kepada Presiden Ramos-Horta dan Perdana Menteri Xanana Gusmão,” ujar Anwar saat menyampaikan pidatonya.
Bergabungnya Timor Leste disambut hangat oleh para pemimpin negara anggota ASEAN lainnya. Anwar menegaskan, kehadiran Timor Leste melengkapi keluarga besar ASEAN dan menegaskan rasa persaudaraan kawasan yang kuat. Ia juga meyakini bahwa langkah ini akan membawa dampak positif bagi pembangunan nasional Timor Leste dan memperkuat otonomi strategisnya.
“Kehadiran Timor-Leste melengkapi keluarga besar ASEAN, menegaskan kembali takdir bersama dan rasa persaudaraan kawasan yang mendalam. Dalam komunitas ini, pembangunan Timor-Leste dan otonomi strategisnya akan mendapat dukungan yang kuat dan berkelanjutan,” tutur Anwar.
Penandatanganan deklarasi penerimaan dilakukan oleh seluruh pemimpin negara ASEAN, termasuk Presiden Indonesia Prabowo Subianto, PM Malaysia Anwar Ibrahim, Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr, Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah, PM Kamboja Hun Manet, PM Laos Sonexay Siphandone, PM Singapura Lawrence Wong, PM Thailand Anutin Charnvirakul, dan PM Vietnam Pham Minh Chinh.
Dengan resminya Timor Leste bergabung, ASEAN kini beranggotakan 11 negara. Anggota lengkapnya meliputi Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Timor Leste.
Keanggotaan baru ini melengkapi representasi geografis Asia Tenggara dalam organisasi yang berdiri sejak 1967 tersebut. Timor Leste kini memiliki kesempatan untuk berperan aktif dalam berbagai agenda regional, termasuk kerja sama ekonomi, stabilitas politik, serta pembangunan sosial dan lingkungan.
Langkah ini juga menjadi sinyal positif bagi integrasi kawasan Asia Tenggara yang semakin kuat dan inklusif. Dengan keikutsertaan Timor Leste, ASEAN diharapkan mampu memperluas jangkauan diplomasi dan memperkuat posisi strategisnya di kancah global.
Para analis menilai, bergabungnya Timor Leste ke ASEAN bukan hanya simbol diplomatik, melainkan langkah konkret untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan infrastruktur negara tersebut. Melalui berbagai program kerja sama ASEAN, Timor Leste berpeluang memperoleh dukungan teknis, investasi, serta pelatihan sumber daya manusia.
Selain itu, keanggotaan ini membuka jalan bagi Timor Leste untuk terlibat dalam forum strategis seperti ASEAN Economic Community (AEC) dan ASEAN Political-Security Community (APSC). Kolaborasi ini diharapkan memperkuat stabilitas regional sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Timor Leste.
Dengan bergabungnya Timor Leste, ASEAN memasuki babak baru integrasi yang lebih luas. Peristiwa ini tidak hanya menegaskan komitmen organisasi terhadap inklusivitas, tetapi juga memperkuat semangat persatuan dan kesetaraan di Asia Tenggara.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media