Nasional . 29/10/2025, 17:30 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id – Duka menyelimuti Pondok Pesantren Salafiah Syafi’iyah Syekh Abdul Qodir Jaelani di Desa Blimbing, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo.
Sebuah bangunan asrama putri di kompleks pesantren tersebut ambruk pada Selasa 28 Oktober 2025 malam, menewaskan 1 santriwati dan melukai 11 orang lainnya.
Kapolres Situbondo, AKBP Rezi Dharmawan, membenarkan insiden tersebut. total, ada 12 santriwati yang menjadi korban dalam peristiwa tragis itu.
"Betul. Satu orang meninggal, dari total 12 santriwati yang jadi korban dari peristiwa tersebut," ungkap Rezi kepada wartawan.
Sementara itu, 6 korban luka masih mendapatkan perawatan di Puskesmas Besuki, 4 orang lainnya dirawat di RSUD Besuki, dan 1 korban dirawat di RSIA Jatimned.
"Korban yang selamat sekarang dirawat intensif di beberapa tempat, 4 di RSUD Besuki dan 1 di RSIA Jatimned," jelasnya.
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), untuk mencari tahu penyebab runtuhnya bangunan asrama yang menewaskan 1 orang tersebut.
Namun, hingga kini pihak kepolisian belum bisa memastikan faktor yang menyebabkan ambruknya gedung asrama putri di ponpes tersebut.
"Hasil penyelidikan kami masih belum tau penyebabnya, apakah faktor cuaca atau faktor yang lain. Kami juga akan koordinasi dengan pihak kementerian," ucapnya.
Banyak pihak berharap, pemerintah dan lembaga terkait segera memastikan keamanan bangunan di lingkungan pesantren agar kejadian serupa tidak terulang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media