Megapolitan . 30/10/2025, 20:29 WIB
Penulis : Rikhi Ferdian Herisetiana | Editor : Rikhi Ferdian Herisetiana
Catatan Redaksi
fin.co.id - Kabupaten Tangerang terancam krisis udara bersih akibat ulah sejumlah pabrik nakal yang mengabaikan standar operasional. Dalam kurun waktu satu bulan, tepatnya Oktober 2025, tiga perusahaan dilaporkan warga karena aktivitasnya mencemari udara dan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar.
Kasus pertama terjadi di PT Sukses Logam Indonesia (SLI) di Kampung Cengkok, Desa Sentul, Kecamatan Balaraja. Ratusan warga, didominasi emak-emak, turun ke jalan menggelar aksi unjuk rasa di depan perusahaan pengelola limbah B3 tersebut.
Mereka menuntut keadilan atas dampak operasional pabrik yang telah mengancam kesehatan selama bertahun-tahun. Bau menyengat, suara bising, dan abu yang mencemari permukiman menjadi keluhan utama warga.
Tak berhenti di situ, PT. Bintang Orbit Surya Sejahtera (BOSS) di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, kembali berulah. Pabrik yang sempat ditutup Bupati Tangerang pada April 2025 karena dugaan pencemaran lingkungan, kini beroperasi kembali dan menebar bau menyengat yang mengganggu kualitas hidup warga.
Ironisnya, warga merasa tidak berdaya karena perusahaan diduga melakukan intimidasi terhadap mereka yang berani protes. Bahkan, ada warga yang pernah disomasi dan diancam dilaporkan ke polisi karena memberikan wawancara kepada media terkait bau yang diduga berasal dari PT. BOSS.
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa PT. BOSS diduga menggunakan resin melamin dan resin fenol yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Penderitaan warga Kabupaten Tangerang semakin lengkap dengan keluhan warga Desa Sodong, Kecamatan Tigaraksa, terkait bau menyengat dari asap pabrik plastik PT Tiraplas Inti Kreasi.
Bau pekat yang dihasilkan dari proses pembakaran biji plastik ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga sekitar.
Laporan warga menyebutkan bahwa bau tajam tersebut menyebabkan sejumlah warga mengalami sesak napas. Tragisnya, seorang bayi dilaporkan harus dirawat di rumah sakit akibat diduga terpapar Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh asap pabrik.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media