Internasional . 31/10/2025, 13:23 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Intinya:
Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan tahun 2025 sebagai tonggak penting dalam sejarah negaranya. Dalam KTT APEC ke-32 di Gyeongju, Lee menyebut tahun ini sebagai simbol kebangkitan demokrasi Korea Selatan sekaligus momentum memperkuat peran negaranya di kancah internasional.
fin.co.id — Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi momentum bersejarah bagi bangsanya. Ia menyebut, tahun ini menandai kebangkitan kembali demokrasi Korea Selatan setelah melalui perjalanan panjang yang penuh dinamika politik dan sosial.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Lee saat membuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) ke-32 yang digelar di Gyeongju, Jumat, 31 Oktober 2025. Forum ini dihadiri oleh para pemimpin ekonomi utama dari kawasan Asia Pasifik untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan perdagangan regional.
Dalam pidatonya, Presiden Lee menekankan bahwa 2025 akan tercatat sebagai tonggak penting dalam sejarah Republik Korea. Ia menyebut rakyat Korea berhasil memulihkan semangat demokrasi melalui kekuatan dan keteguhan yang luar biasa.
“Tahun 2025 menandai tonggak sejarah penting bagi Republik Korea — tahun di mana rakyat kami memulihkan demokrasi melalui kekuatan luar biasa mereka, serta menegaskan kembali posisi kami di komunitas internasional,” ujar Lee dengan penuh semangat.
Presiden Lee juga mengaku merasa terhormat memimpin pertemuan APEC di momen bersejarah ini. “Merupakan kehormatan mendalam bagi saya untuk memimpin pertemuan ini pada saat yang begitu bersejarah,” tambahnya.
Presiden Lee mengingatkan bahwa Korea Selatan bukan pemain baru di APEC. Sejak awal berdirinya forum kerja sama ekonomi terbesar di kawasan Asia Pasifik ini, Seoul telah menjadi anggota pendiri yang berperan aktif dalam pembentukan arah dan kebijakan strategis APEC.
Lee menjelaskan, kontribusi Korea Selatan tercermin melalui beberapa tonggak penting. Salah satunya adalah Deklarasi Seoul 1991 yang menjadi dasar pembentukan struktur kelembagaan APEC. Selain itu, Korea juga berperan besar dalam penyusunan Peta Jalan Busan 2005 yang memperkuat agenda liberalisasi perdagangan antarnegara anggota.
“Korea telah berjalan bersama APEC sepanjang perjalanan luar biasa dalam capaian dan kerja sama multilateral,” tutur Lee. Ia menambahkan, kerja sama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan menjadi prinsip utama yang terus dipegang oleh negaranya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media