Internasional . 31/10/2025, 13:42 WIB

PDB APEC Naik 5 Kali Lipat, Presiden Lee Jae Myung Ajak Negara Anggota Bersatu Hadapi Ketidakpastian Global

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menyerukan semangat persatuan dan solidaritas di antara negara-negara anggota APEC. Dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) APEC di Gyeongju, Jumat, 31 Oktober 2025, Lee menegaskan bahwa kerja sama ekonomi regional telah membawa hasil luar biasa sejak forum ini dibentuk, namun tantangan global menuntut kolaborasi yang lebih kuat.

Ekonomi APEC Tumbuh Pesat dalam 3 Dekade

Lee mengungkapkan, sejak APEC berdiri, total produk domestik bruto (PDB) gabungan negara anggotanya melonjak hingga lima kali lipat, sementara volume perdagangan meningkat sepuluh kali lipat. Menurutnya, capaian ini menunjukkan kekuatan kerja sama regional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di kawasan Asia Pasifik.

“Sejak berdirinya APEC, total PDB gabungan kita telah meningkat lima kali lipat dan volume perdagangan naik sepuluh kali lipat,” ujar Lee dalam sambutannya.

Ia menambahkan, Korea Selatan juga telah tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi utama di kawasan. Namun, Lee mengingatkan bahwa capaian ini tidak boleh membuat negara-negara APEC terlena, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

Hadapi Tantangan Global dengan Solidaritas

Presiden Lee menilai dunia kini berada pada “titik balik krusial” dalam tatanan ekonomi internasional. Ia menyoroti perubahan besar dalam sistem perdagangan bebas global, meningkatnya ketidakpastian ekonomi, serta melemahnya momentum investasi dan perdagangan di banyak negara.

“Kita berada di masa yang penuh tantangan, di mana sistem perdagangan bebas mengalami perubahan mendasar dan perekonomian dunia menghadapi tekanan berat,” jelasnya.

Lee juga menyinggung revolusi teknologi yang digerakkan oleh kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, perkembangan teknologi ini dapat menjadi pedang bermata dua — membawa peluang besar untuk inovasi dan efisiensi, namun juga berpotensi memperlebar kesenjangan antarnegara jika tidak dikelola dengan bijak.

“Ini bukan masa yang mudah, tetapi perjalanan APEC di masa lalu menyimpan kunci untuk mengatasi krisis hari ini. Kerja sama dan solidaritas tetap menjadi jalan paling pasti menuju masa depan yang lebih baik,” tegas Lee.

Bangun Keterhubungan dan Inovasi untuk Masa Depan Berkelanjutan

Lee menekankan bahwa APEC harus menjaga nilai-nilai dasar yang selama ini menjadi fondasi forum tersebut: keterhubungan, inovasi, dan kemakmuran bersama. Ia menegaskan pentingnya menjaga semangat kerja sama meskipun kepentingan nasional masing-masing negara tidak selalu sejalan.

“Meski kepentingan nasional kita berbeda, kita dapat bersatu dalam tujuan bersama untuk mencapai kemakmuran bagi semua,” katanya.

Pada tahun ini, KTT APEC mengusung tema “Keterhubungan, Inovasi, dan Kemakmuran untuk Masa Depan Berkelanjutan.” Tema tersebut, kata Lee, merupakan kelanjutan dari Visi Putrajaya 2040 yang disepakati lima tahun lalu, dengan fokus pada penguatan kerja sama perdagangan dan investasi lintas negara.

Pesan Filosofis: Semangat Hwabaek untuk Harmoni Global

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com