Megapolitan . 02/11/2025, 13:11 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - DKI Jakarta mulai mengganti pohon-pohon tua yang berisiko tumbang dengan jenis pohon baru yang lebih sesuai untuk lingkungan perkotaan. Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta, Fajar Sauri, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan menjaga keamanan warga, khususnya saat memasuki puncak musim hujan.
“Kriterianya yaitu memiliki akar lebih kuat, tajuk ringan dan tahan terhadap terpaan angin kencang. Langkah ini dilakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terutama memasuki puncak musim hujan,” ujar Fajar di Jakarta, Sabtu malam.
Meskipun tidak menyebut satu jenis pohon tertentu, laman resmi Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta merekomendasikan beberapa pohon yang memiliki karakteristik serupa: akar kuat, tahan angin, dan cocok sebagai peneduh perkotaan.
Ketapang Kencana populer di kawasan perkotaan karena pertumbuhannya cepat dan perawatannya mudah. Pohon ini memiliki tajuk ringan dan daun kecil yang tetap mampu memberikan keteduhan. Selain itu, Ketapang Kencana tahan terhadap angin kencang dan cuaca ekstrem, sehingga ideal untuk pinggir jalan maupun taman kota.
Pohon Tanjung memiliki batang dan ranting kokoh yang mampu menahan terpaan angin. Daunnya lebat dengan tajuk padat sehingga efektif sebagai peneduh. Keunggulan lainnya, ranting dan daun tidak mudah rontok, membuatnya tetap aman meski diterpa angin kencang.
Angsana memiliki tajuk lebar, tahan angin, dan jarang mengalami patah cabang. Selain memberikan keteduhan, pohon ini juga mampu mereduksi polusi udara. Karena sifatnya yang kokoh dan rindang, Angsana sering ditanam di sepanjang jalan utama dan kawasan perkantoran.
Glodokan Tiang tumbuh tinggi dan ramping, menyerupai tiang atau cemara. Bentuk tajuk yang ramping membuat pohon ini ringan dan minim hambatan angin. Pohon ini cocok untuk pinggir jalan sempit dan tetap stabil saat angin kencang menerpa.
Pemilihan pohon yang sesuai sangat penting di wilayah perkotaan. Pohon tumbang bisa menimbulkan kerugian materi, bahkan korban jiwa. Tajuk ringan membantu mengurangi hambatan angin, sedangkan akar tunggang menancapkan pohon lebih kuat ke tanah, sehingga tidak mudah rubuh.
Hingga Oktober 2025, Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta telah melakukan penopingan rutin terhadap 62.161 pohon di berbagai titik Ruang Terbuka Hijau (RTH) di lima wilayah kota. Selain itu, sebanyak 5.722 pohon diperiksa kondisi kesehatannya, meliputi perakaran, batang, kemiringan, dan lebar tajuk. Pemantauan lebih intensif dilakukan di Jakarta Selatan dan Jakarta Pusat, yang memiliki banyak pohon tua berisiko tumbang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media