Ekonomi . 04/11/2025, 16:47 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto meminta agar publik tidak perlu khawatir terkait isu utang proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh. Prabowo mengaku telah mempelajari seluruh persoalan yang berkaitan dengan proyek transportasi tersebut dan akan bertanggung jawab penuh atas penyelesaiannya.
“Kemudian enggak usah khawatir ribut-ribut Whoosh, saya sudah pelajari masalahnya, tidak ada masalah. Saya akan tanggung jawab nanti Whoosh semuanya,” kata Prabowo di Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa, 4 November 2025.
Prabowo menegaskan, proyek kereta cepat merupakan bagian dari pelayanan publik yang menjadi tanggung jawab negara. Menurutnya, moda transportasi seperti Whoosh tidak seharusnya dilihat hanya dari sisi untung atau rugi, tetapi dari manfaatnya bagi masyarakat luas.
“Di seluruh dunia begitu, ini namanya public service obligation (PSO). Tadi disampaikan menhub, semua kereta api kita, pemerintah subsidi 60 persen, rakyat bayar 20 persen. Ya, ini kehadiran negara,” terang Prabowo.
Prabowo menegaskan, dana publik yang digunakan untuk mendukung kebijakan subsidi harus dikelola secara bersih dan transparan.
“Uang rakyat enggak boleh dicuri, akan kita kembalikan pelayanan untuk rakyat,” tegasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memastikan bahwa pemerintah terus mencari solusi atas persoalan finansial Whoosh.
“Kita pastikan, tadi Pak Presiden menyampaikan bahwa terkait dengan kereta cepat Jakarta–Bandung, tentu negara pemerintah akan hadir dan kita melibatkan semua pihak,” ujar AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 3 November 2025.
AHY menambahkan, sejumlah opsi tengah dikaji untuk memastikan keberlanjutan pengelolaan Whoosh, termasuk melalui dana APBN.
“Ada sejumlah opsi, bagaimana operasional, dan kepentingan untuk fokus pada profit, ini dipisahkan dari bagaimana mengelola infrastrukturnya,” kata AHY.
Ia juga mengungkapkan, sebelum bertemu Presiden, telah dilakukan rapat koordinasi lintas kementerian di kantornya bersama Menteri Investasi Roslan Roslani, Menteri Perhubungan Dudi Perwagandi, serta perwakilan dari Kemenko Perekonomian dan Kementerian Keuangan.
(Anisha Aprilia)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media