Megapolitan . 08/11/2025, 08:30 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Polda Metro Jaya masih menelusuri lebih jauh dugaan motif di balik ledakan yang terjadi di SMA Negeri 72, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara, pada Jumat siang.
Salah satu yang tengah didalami adalah kemungkinan bahwa pelaku merupakan korban perundungan di lingkungan sekolah.
"Kita malam ini sengaja meluruskan informasi sehingga tidak simpang siur, tadi disampaikan oleh Bapak Kapolda Metro Jaya, ini juga masih dilakukan pendalaman terhadap motif, apakah yang bersangkutan korban 'bullying' (perundungan)? Ini juga masih kita dalami," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Jumat malam 7 November 2025
Menurut Budi, hingga saat ini polisi belum bisa memintai keterangan dari sejumlah saksi karena sebagian besar masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat luka yang mereka alami.
"Karena saksi-saksi yang ada juga adalah menjadi korban dan butuh pemulihan dalam penanganan medis. Jadi, kemungkinan besok Bapak Kapolda Metro Jaya yang akan menyampaikan," tuturnya.
Budi menambahkan, total korban hingga Jumat malam tercatat sebanyak 54 siswa. Dari jumlah tersebut, 27 orang dirawat di RS Islam Jakarta, enam di RS YARSI, sementara 21 lainnya sudah diperbolehkan pulang.
"Kemudian, saat kami tinjau terkait luka apa saja yang dialami para korban yaitu luka-luka lecet dan pendengaran terganggu," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa seharusnya Kapolda Metro Jaya menggelar rilis resmi pada malam hari, namun kegiatan tersebut ditunda karena proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung hingga larut.
"Besok rencana akan dilaksanakan setelah semua hasil olah TKP baik dari Forensik Mabes Polri, Densus 88, Tim Jibom Gegana juga besok juga akan menjelaskan, termasuk dari Biddokes akan menjelaskan kondisi pasien siswa sampai dengan detail dari jumlah yang ada sampai dengan esok hari," kata Budi.
Lebih lanjut, Budi mengimbau masyarakat agar tetap tenang pasca-insiden ledakan ini. Ia memastikan pihak kepolisian telah mengendalikan situasi dan melakukan berbagai langkah penanganan.
"Kapolda Metro Jaya juga mempersiapkan Posko Pelayanan untuk mendata dan mengetahui kondisi korban, menyiapkan penyembuhan trauma bagi korban dan keluarga korban," pungkasnya. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media