Megapolitan . 10/11/2025, 14:57 WIB
Penulis : Tuahta Aldo | Editor : Tuahta Aldo
fin.co.id - Sebanyak 13 korban ledakan SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, masih harus menjalani perawatan intensif di RS Islam Cempaka Putih.
Berdasarkan informasi yang fin.co.id dapat, hingga saat ini kondisi medis mereka belum memungkinkan untuk pulang lebih cepat dari rumah sakit.
Menurut keterangan Pradono, perwakilan pihak rumah sakit, total 49 korban sempat mendapat penanganan di instalasi gawat darurat (IGD).
"Yang kami konfirmasi saat ini yang masih kami rawat jumlahnya adalah 13 orang, yang 11 orang itu dirawat inap biasa, sedangkan yang dua orang ini satu di intensive care unit (ICU) dan satu di high care unit (HCU)," kata Direktur Utama RS Islam Cempaka Putih Pradono Hangdojo kepada wartawan di lokasi, Senin 10 November 2025.
Dari jumlah itu, sebagian sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka dinyatakan stabil.
"Namun secara umum, yang kami dapati adalah trauma yang cukup serius pada daerah pendengaran. Ada yang mengalami bolong secara total untuk bagian gendang telinga dan juga ada yang sebagian. Dokter spesialis THT kami mengawasi dan kemudian mengobservasi," jelasnya.
Dua di antara korban tersebut mengalami luka bakar cukup serius di bagian wajah, sehingga membutuhkan proses pemulihan yang lebih lama.
"Kemudian juga ada patah di daerah rahang atas dan juga beberapa hal yang lainnya yang tidak memungkinkannya untuk bisa segera pulang," ucapnya.
Pihak rumah sakit menegaskan, belum ada rencana operasi lanjutan karena fokus utama saat ini adalah pemulihan alami.
"Saat ini posisinya, per saya bicara ini, belum ada rencana untuk operasi lanjutan. Jadi semuanya adalah untuk memahami dan memastikan bahwa recovery berjalan dengan baik," tutupnya.
Pihak medis memastikan, terus memantau perkembangan kondisi korban ledakan SMAN 72 setiap hari. Harapannya, semua pasien bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media