Nasional . 11/11/2025, 18:27 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id – Mantan Wakil Jaksa Agung, Setia Untung Arimuladi, membuktikan bahwa masa pensiun adalah awal dari babak baru untuk berkarya tanpa henti. Dedikasi dan pengabdiannya yang terus berlanjut pasca-purna tugas membuat ia diganjar anugerah bergengsi Santri Dhyaksa Inspiratif 2025.
Penghargaan tersebut diberikan dalam ajang tahunan Santri of The Year 2025 yang diselenggarakan oleh Islam Nusantara Center (INC) bekerja sama dengan MPR/DPR RI dan Majelis Pecinta Sholawat Nusantara, di Gedung Nusantara V, Kompleks DPR/MPR, Jakarta, pada Minggu (9/11/2025).
Meskipun dianugerahi penghargaan, Untung—sapaan akrabnya—merasa tidak pernah mengharapkan sorak sorai atas kerja kerasnya. “Sesungguhnya, saya tidak pernah menginginkan award (penghargaan) atas apa yang saya lakukan selama ini, bila kemudian banyak pihak menganggap baik, tentu saya menyampaikan rasa terima kasih,” kata Untung Arimuladi saat dihubungi, Selasa, 11 November 2025.
Pria yang merupakan alumnus Pondok Pesantren Kalong Al Islamiyah, Sukabumi, ini menunjukkan bahwa integritas dan semangat berkarya tidak berakhir saat pensiun. Ia bahkan mengaku sebagai orang yang tidak pernah bisa diam. “Disitu saya menikmatinya, kadang larut sampai istri sering menegur, ‘Pa, istirahat sudah larut’,” ungkapnya, menggambarkan pengalamannya bekerja dalam keheningan tanpa harus mencari perhatian publik.
Setelah mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Jaksa Agung per 1 Januari 2022, Setia Untung Arimuladi memilih jalur pendidikan tinggi. Ia langsung mengikuti program Strata 3 di Pasca Sarjana Undip dan berhasil lulus dengan predikat Cum Laude pada November 2024. Prestasi akademik ini membuktikan ketajaman berpikirnya tidak luntur meski sudah pensiun.
Tidak berhenti di situ, pria asal Jawa yang besar di Bandung ini langsung tancap gas berkolaborasi mendirikan Pengawas Sentra Keadilan (SKI) pada tahun 2024. Bekerja sama dengan Indonesian Institute for Conflict Transformation (IICT), Untung aktif membuka pelatihan sertifikasi mediator. Kolaborasi kedua lembaga ini sudah menghasilkan sejumlah mediator sejak awal 2025, menunjukkan dedikasinya dalam penegakan keadilan di luar institusi resmi kejaksaan.
Untung juga dikenal sebagai jaksa yang inovatif di mana pun ia bertugas. Ia adalah pencetus program Jaksa Masuk Sekolah saat menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Riau pada tahun 2014. Program pencegahan hukum dan pengenalan profesi jaksa kepada anak muda ini kemudian dikembangkan menjadi program Jaksa Masuk Pesantren, yang kelak diadopsi secara nasional oleh Kejaksaan Agung hingga kini.
Bahkan, saat menjabat Kepala Biro Umum pada 2015, sebuah posisi yang dianggap kurang bergengsi, Untung justru melakukan inovasi yang meninggalkan jejak artistik. Ia menambahkan artefak lanskap di taman-taman kecil di Kejaksaan Agung. Artefak sederhana dari bahan murah tersebut memuat teks-teks inspiratif yang mengajak pegawai untuk religius dan memegang teguh hati nurani. Pesan sederhana ini terus mengingatkan setiap jaksa agar amanah dalam menjalankan tugas, dan sebagian besar artefak tersebut masih tersisa hingga sekarang.
Dalam acara pemberian penghargaan tersebut, Setia Untung Arimuladi tidak hadir dan diwakilkan oleh puteranya, Ryan Anugrah. Ryan menyampaikan terima kasih kepada INC, berharap keteladanan ayahnya menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya meskipun sudah tidak lagi berdinas. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media