Internasional . 14/11/2025, 17:07 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Ibu kota Ukraina kembali diguncang serangan dahsyat pada Jumat pagi ketika Rusia melancarkan operasi militer besar-besaran menggunakan 430 drone dan 18 rudal.
Serangan brutal ini menewaskan empat orang, melukai setidaknya 27 warga, dan memicu rangkaian kebakaran di berbagai distrik Kyiv.
Pemerintah Ukraina menyebut serangan ini sebagai salah satu yang “paling terkoordinasi” dan “paling menghancurkan” dalam beberapa bulan terakhir.
Tymur Tkachenko, Kepala Administrasi Militer Kyiv, mengonfirmasi bahwa tim darurat harus merespons ledakan di banyak titik kota secara bersamaan. Sementara itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyampaikan bahwa sebagian besar serangan memang ditargetkan langsung ke ibu kota.
“Serangan yang diperhitungkan secara khusus untuk menimbulkan kerugian sebanyak mungkin terhadap masyarakat dan warga sipil,” tulis Zelenskyy di Telegram. Ia menambahkan bahwa Kedutaan Besar Azerbaijan ikut rusak akibat pecahan rudal Iskander.
Setelah rangkaian ledakan terdengar sejak subuh, pemerintah kota Kyiv segera memperingatkan warga mengenai potensi pemadaman listrik dan air.
Tim penyelamat menemukan korban luka termasuk seorang pria dalam kondisi kritis serta seorang wanita hamil. Lima belas orang harus dilarikan ke rumah sakit.
Berbagai distrik mengalami kerusakan masif:
Puing-puing menghantam halaman bangunan tempat tinggal
Fasilitas pendidikan ikut terdampak
Sebuah mobil terbakar akibat pecahan rudal
Tiga gedung apartemen rusak
Sebuah rumah tangga hancur
Kebakaran meluas di area terbuka
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media