Megapolitan . 16/11/2025, 17:39 WIB

BOM WAKTU Jakarta Utara: Ahok Ingatkan Bahaya Tanggul Jebol, Gubernur DKI Fokus Pencegahan!

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id - Ahok ingatkan bahaya tanggul Pantai Mutiara jebol bisa banjirkan Jakarta hingga Monas. Gubernur Pramono Anung merespons dengan harapan dan upaya pencegahan.

Peringatan Keras Ahok: Tanggul Jebol, Monas Siap Tenggelam!

WARNING KERAS dari mantan penguasa Jakarta! Pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok baru-baru ini sukses mengguncang ibu kota. Ahok secara terbuka menyebutkan bahwa jika tanggul laut di Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, jebol, maka banjir besar akan merendam kawasan elite hingga ke jantung kota, yaitu Monas!

"Jika (tanggul Pantai Mutiara) jebol air laut pasang dan hujan turun, bisa banjir sampai Monas," ujar Ahok, menarik perhatian serius publik dan pemangku kebijakan.

Pernyataan ini bukan isapan jempol. Ahok punya pengalaman pahit saat memimpin Jakarta, dan ia memahami betul bahaya yang mengintai dari potensi kegagalan infrastruktur pesisir. Ia melihat Pantai Mutiara sebagai titik kritis yang bisa mengancam keselamatan seluruh warga Jakarta Utara, bahkan hingga kawasan pusat.

Gubernur Pramono Anung Bereaksi: Harapan dan Kerja Nyata Pencegahan!

Pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta itu langsung direspons oleh Gubernur DKI Jakarta saat ini, Pramono Anung. Pria yang akrab disapa Mas Pram ini berharap besar skenario buruk yang digambarkan Ahok tidak akan pernah terjadi.

"Apa yang disampaikan Pak Ahok itu kalo jebol. Jadi bahasanya kalo. Ya bismillah gak jebol," kata Pramono di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Minggu, 16 November 2025.

Respons Mas Pram mencerminkan harapan, sekaligus menunjukkan bahwa Pemprov DKI sangat menyadari risiko bencana ini. Pemerintah Provinsi tentu tidak bisa hanya mengandalkan doa. Mereka harus memastikan langkah pencegahan konkret sudah dan terus dilakukan, karena ancaman tanggul jebol bukanlah hal sepele.

Strategi Warisan Ahok: Waduk Pluit Sebagai Benteng Pertahanan Jakarta

Mengantisipasi potensi bencana besar, Ahok mengenang kembali strategi krusial yang ia terapkan selama masa kepemimpinannya. Ia memutuskan untuk melakukan normalisasi total Waduk Pluit. Langkah ini ia ambil bukan tanpa alasan. Ahok melihat Waduk Pluit berfungsi ganda: sebagai tempat penampungan air dan pusat pengendalian banjir utama dari aliran Sungai Ciliwung.

Proses normalisasi Waduk Pluit memakan waktu hingga dua tahun penuh. Pertama, Ahok harus melakukan pembebasan lahan secara masif karena kawasan waduk kala itu dipenuhi oleh bangunan semi-permanen. Setelah lahan bebas, pengerukan lumpur dikerjakan dari kedalaman awal hanya dua meter menjadi lima meter.

Normalisasi besar-besaran ini adalah upaya antisipasi strategis. Tujuannya ganda: menanggulangi banjir di kawasan Pluit, dan yang paling utama, mengantisipasi jika tanggul laut di Pantai Mutiara benar-benar jebol. Ahok menegaskan, normalisasi ini dikerjakan untuk keselamatan warga. "Itu yang saya kerjakan di Waduk Pluit agar warga di bantaran Waduk Pluit tidak mati jika (tanggul Pantai Mutiara) jebol," tegas Ahok.

Kini, tugas berat berada di pundak Gubernur Pramono Anung untuk melanjutkan dan memperkuat program-program pencegahan banjir, memastikan Waduk Pluit tetap berfungsi optimal, dan yang terpenting, menjaga agar tanggul Pantai Mutiara tidak pernah mengalami kegagalan. Masyarakat Jakarta jelas menantikan kepastian bahwa ancaman banjir hingga Monas hanya akan menjadi cerita masa lalu, bukan bencana yang terjadi di depan mata. - Cahyono/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com