Ekonomi . 20/11/2025, 20:57 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Ekonomi RI berhasil mempertahankan pertumbuhan 5% (2023-2025) pasca-kontraksi 2020. Didukung surplus dagang USD33,48 Miliar dan pasar modal yang menarik investor asing.
Para pelaku pasar dan investor global, perhatikan sinyal ini! Setelah mengalami kontraksi pada tahun 2020, ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan dan pemulihan yang spektakuler. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru saja mengumumkan bahwa ekonomi nasional sukses mempertahankan laju pertumbuhan di angka 5 persen selama kurun waktu dua tahun, yakni dari tahun 2023 hingga 2025.
Angka pertumbuhan yang konsisten 5% ini adalah bukti nyata keberhasilan Indonesia dalam menavigasi ketidakpastian ekonomi global. Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan bahwa pencapaian ini didukung oleh kinerja perdagangan yang luar biasa.
Pasalnya, kinerja perdagangan Indonesia terpantau terus mencatatkan surplus sebesar USD33,48 miliar pada periode Januari hingga September 2025. Jumlah surplus ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dan membuat mata terbelalak, sebab angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan dengan surplus periode yang sama pada tahun 2024 lalu, yang hanya berjumlah USD22,18 miliar.
"Ini menunjukkan bahwa Indonesia cukup resilien meskipun dunia masih diliputi ketidakpastian," ucap Menkeu Purbaya dalam acara Konferensi Pers APBN KiTa di Gedung Djuanda I, Kemenkeu, Kamis, 20 November 2025. Ketahanan ekonomi ini menjadi daya tarik utama bagi investor global yang mencari stabilitas di tengah gejolak.
Tak hanya di sektor perdagangan, optimisme juga membara di pasar keuangan domestik. Menkeu Purbaya mengungkapkan bahwa pasar keuangan Indonesia menunjukkan kinerja yang stabil, yang secara langsung meningkatkan optimisme pelanggan serta menarik minat investor asing di pasar saham nasional.
Anda yang bermain di pasar modal wajib tahu data ini: secara bulanan, pasar saham Indonesia mencatatkan net inflow secara konsisten sejak Oktober hingga November 2025. Ini menandakan modal asing berbondong-bondong masuk ke pasar saham RI, sebuah indikator kepercayaan yang sangat tinggi terhadap prospek jangka panjang ekonomi Indonesia.
Sementara itu, pergerakan outflow pada Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) justru sejalan dengan kebijakan moneter yang semakin longgar. Kebijakan ini, yang diambil oleh otoritas moneter, bertujuan untuk mendukung aktivitas ekonomi secara keseluruhan. Jadi, meskipun ada outflow di instrumen tertentu, pergerakan ini terbilang sehat dan terencana demi mendorong pertumbuhan ekonomi riil.
Kinerja yang stabil dan surplus perdagangan yang melonjak menjadi alasan kuat bagi investor asing untuk membanjiri pasar saham. Dengan pertumbuhan 5% yang konsisten selama dua tahun, Indonesia menawarkan lingkungan investasi yang jauh lebih aman dan memiliki potensi keuntungan yang jelas dibandingkan banyak negara lain yang masih bergulat dengan inflasi dan risiko resesi.
Di tengah ketidakstabilan ekonomi global, Menkeu Purbaya juga mengungkapkan kabar baik dari sisi domestik: tingkat optimisme masyarakat untuk konsumsi dan produksi kini mulai membaik! Ini adalah pondasi kuat dari pertumbuhan PDB Indonesia.
Aktivitas belanja masyarakat terus menguat, dengan peningkatan signifikan terlihat di berbagai kategori per 26 Oktober 2025. Yang paling menonjol adalah peningkatan belanja pada durable goods (barang tahan lama). Peningkatan belanja barang tahan lama sering menjadi indikator kuat bahwa masyarakat merasa yakin tentang masa depan ekonomi mereka dan bersedia melakukan pengeluaran besar.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media