Internasional . 24/11/2025, 10:00 WIB

Israel Langgar Gencatan Senjata dan Serang Lebanon, Komandan Kunci Hizbullah Tewas di Beirut

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

  • Israel Serang Lebanon dan bunuh Komandan Hizbullah

  • Serangan itu dilakukan saat adanya kesepakatan gencatan senjata.

  • Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu akui mengeluarkan perintah atas serangan itu.

Militer Israel telah mengklaim bertanggung jawab atas eliminasi Tabatabai. Mereka menyatakan serangan itu menargetkan area pinggiran selatan Beirut, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berlaku efektif sejak November 2024.

fin.co.id - Kelompok perlawanan Lebanon, Hizbullah membenarkan kabar duka atas gugurnya salah satu pemimpin militer utama mereka, Ali Tabatabai.

Tabatabai menjadi korban tewas dalam sebuah serangan yang dilancarkan oleh militer Israel di Beirut, ibu kota Lebanon pada Minggu kemarin, 23 November 2025.

Melalui pernyataan resmi, Hizbullah mengenang Tabatabai sebagai "seorang komandan militer kunci" dan mengonfirmasi bahwa total empat anggota mereka juga kehilangan nyawa dalam insiden penyerangan tersebut.

Sebelumnya pada Minggu pagi, Militer Israel telah mengklaim bertanggung jawab atas eliminasi Tabatabai. Mereka menyatakan serangan itu menargetkan area pinggiran selatan Beirut, meskipun kesepakatan gencatan senjata telah berlaku efektif sejak November 2024.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan bahwa ia mengeluarkan perintah penyerangan tersebut atas persetujuan dari Menteri Pertahanan Israel Katz dan Kepala Staf Eyal Zamir. Netanyahu menuding Tabatabai sebagai otak di balik "peningkatan dan persenjataan" kelompok Hizbullah.

Sejak gencatan senjata dimulai, Israel telah berulang kali melancarkan serangan di wilayah pinggiran selatan Beirut, dengan insiden terbaru terjadi pada bulan Juni lalu.

Korban Sipil Terus Berjatuhan

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa serangan terbaru ini tidak hanya menewaskan para pejuang, tetapi juga menyebabkan jatuhnya korban sipil. Total korban akibat serangan tersebut adalah lima orang tewas dan 28 lainnya mengalami luka-luka.

Dalam beberapa minggu terakhir, ketegangan di perbatasan selatan Lebanon semakin memanas. Militer Israel terus meningkatkan serangan udara hampir setiap hari di wilayah Lebanon, mengklaim bahwa target mereka adalah anggota dan infrastruktur yang berafiliasi dengan Hizbullah.

Sejak gencatan senjata mulai berlaku pada 27 November 2024, Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat setidaknya 331 orang meninggal dunia dan 945 orang terluka akibat tembakan Israel. Misi penjaga perdamaian PBB (UNIFIL) juga telah mendokumentasikan adanya lebih dari 10.000 pelanggaran udara dan darat yang dilakukan oleh Israel.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com