Politik . 24/11/2025, 15:28 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menampik tudingan adanya campur tangan politik dalam dinamika yang terjadi di tubuh PBNU belakangan ini. Ia menilai kegaduhan yang muncul lebih karena kesalahpahaman di antara pihak-pihak yang terlibat.
"Unsur politis itu orang bisa khawatir tapi unsur politis apa? Dengan analisa seperti apa ini semuanya gak jelas. Yang ada sebetulnya adalah terutama perbedaan pendapat, perbedaan persepsi, dan informasi-informasi yang belum diklarifikasi dengan tuntas," ujarnya pada Minggu malam, 24 November 2025.
Gus Yahya juga menegaskan bahwa informasi yang tidak diklarifikasi secara lengkap dapat menimbulkan prasangka buruk.
"Informasi yang belum diklarifikasi dengan tuntas itu jadinya fitnah. Maka harus diklarifikasi sampai tuntas supaya tidak ada lagi fitnah," tegasnya.
Dalam forum yang diprakarsai Tanfidziyah PBNU tersebut, para kiai menyepakati bahwa keputusan rapat harian Suriyah sebelumnya tidak memiliki dasar hukum organisasi.
"Rapat harian suriah tidak memiliki legal standing, tidak bisa misalnya rapat harian suriah itu memberhentikan siapa pun. Memberhentikan pengurus lembaga saja tidak bisa, apalagi mandataris," kata Gus Yahya.
Sebelumnya, muncul sejumlah suara dari kader NU yang mendorongnya untuk mengundurkan diri. Kritik tersebut berkaitan dengan isu kedekatannya dengan Israel, yang bahkan disebut dalam risalah rapat harian Syuriah PBNU.
Namun, Gus Yahya menolak keras tudingan tersebut dan menegaskan bahwa langkah-langkah yang ia ambil justru bertujuan untuk mendukung Palestina, bukan Israel.
"Saya itu tahun 2018 sudah pernah pergi ke Israel, saya bertemu Netanyahu (Perdana Menteri Israel), Presiden Israel, saya bertemu juga dengan berbagai elemen di sana di dalam berbagai forum tahun 2018," jelasnya pada Minggu, 23 November 2025.
Kakak dari mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu juga mempertanyakan mengapa isu tersebut kembali diangkat, seolah-olah untuk menjatuhkan dirinya menjelang muktamar.
"Pada tahun 2021, Muktamar (NU), cabang-cabang dan PWNU milih saya. Mereka sudah tahu saya sudah pernah ke Israel, saya bertemu Netanyahu, mereka memilih saya (menjadi Ketum PBNU)," tambahnya.
(Fajar Ilman)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media