Begini Detik-Detik Pelaku Pembunuhan Bocah Alvaro Akhiri Hidup: Minta Izin Ganti Celana Padahal Bundir

news.fin.co.id - 25/11/2025, 08:30 WIB

Begini Detik-Detik Pelaku Pembunuhan Bocah Alvaro Akhiri Hidup: Minta Izin Ganti Celana Padahal Bundir

Jenazah Alvaro Disemayamkan di Rumah Duka RS St. Elisabeth Bekasi

Berita ini memuat informasi mengenai dugaan tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan psikologis, merasa putus asa, atau memiliki keinginan untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan bantuan profesional, tenaga kesehatan jiwa, atau pihak yang dapat dipercaya. Tindakan bunuh diri bukan solusi dan selalu ada bantuan yang tersedia. Anda tidak sendirian.


fin.co.id - Kepolisian membenarkan pelaku pembunuhan anak laki-laki bernama Alvaro Kiano Nugroho (6) yang hilang di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, ditemukan meninggal usai minta ganti celana.

"Pertama dia menggunakan celana pendek yang diberi oleh penyidik, karena celana pendek itu kotor, dia minta untuk diganti celana panjang," kata Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Budi mengatakan awalnya pada Minggu 23 November 2025, pagi pukul 06.00 WIB, tersangka izin untuk ke toilet, sehingga dia dianggap sudah buang air di celana.

Namun, ternyata celana pendek itu kotor, kemudian dia meminta celana panjang untuk diganti.

Kemudian saksi G yang saat itu juag sedang jalani pemeriksaan polisi melihat ayah tiri Alvaro sudah dalam keadaan gantung diri. Ayah tiri Alvaro menggantung diri dengan menggunakan celana panjangnya.

"Pada saat di ruangan konseling, lebih kurang berkisar dari pukul 06.30 WIB sampai dengan 08.00 WIB atau jam 09.00 WIB pagi, ditemukan oleh rekannya tadi, yaitu inisial G, melalui saksi kunci dilihat dari pintu, itu ada bilah kaca di tengah, melihat tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya dengan cara gantung diri," pungkasnya.

Sementara itu, Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) RS Polri Kramat Jati menyebutkan tidak ada tanda kekerasan pada pelaku yang bernama Alex Iskandar (AI) itu.

"Tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan lainnya pada permukaan tubuh lainnya," kata Dokter Forensik Pusdokkes RS Polri, Kramat Jati, Dokter Farah saat konferensi pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Senin.

Farah menjelaskan berdasarkan pemeriksaan keseluruhan dari jenazah tersebut hanya ditemukan adanya luka lecet tekan yang melingkari leher.

"Itu diduga sesuai dengan pola gambarannya sesuai dengan kasus gantung (diri)," katanya. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca