Viral! Aksi Edan Mahasiswa di Bali Pakai Ambulans untuk Konten, DPD RI Langsung Turun Tangan

news.fin.co.id - 28/11/2025, 12:56 WIB

Viral! Aksi Edan Mahasiswa di Bali Pakai Ambulans untuk Konten, DPD RI Langsung Turun Tangan

Video viral mahasiswa pakai ambulans untuk hiburan di Bali, menuai kecaman publik dan bakal dipanggil DPD RI. Tangkapan Layar Instagram aryawedakarna.

fin.co.id - Bali kembali ramai diperbincangkan. Bukan soal wisata atau event besar, tapi gara-gara sebuah video viral yang menampilkan sekelompok mahasiswa menggunakan ambulans bukan untuk kebutuhan medis, melainkan untuk konten hiburan. Video ini langsung memantik emosi netizen karena terjadi di tengah kondisi lalu lintas Bali yang sedang padat-padatnya.

Bayangkan jalanan penuh, kendaraan tersendat, masyarakat berusaha pulang atau beraktivitas seperti biasa. Tiba-tiba, sebuah ambulans muncul, sirine meraung keras membelah kemacetan. Semua pengendara memberi jalan, mengira ada keadaan darurat. Namun setelah diperhatikan, ambulans itu tidak terlihat membawa pasien ataupun menjalankan tugas penting. Justru, beberapa mahasiswa tampak menjadikan kendaraan darurat itu sebagai properti untuk bersenang-senang dan merekam konten.

Masyarakat pun terkejut dan kecewa. Bagaimana tidak? Ambulans selama ini dianggap simbol penolong dan penyelamat nyawa. Banyak orang memberi akses prioritas karena percaya kendaraan tersebut membawa pasien yang butuh tindakan cepat. Namun kali ini, kendaraan itu justru terlihat digunakan bukan pada tempatnya.

Reaksi publik pun langsung pecah. Tidak sedikit netizen yang menyebut aksi itu tak pantas dan menyalahi etika publik. Wajar, karena penggunaan ambulans seharusnya untuk kondisi darurat, bukan sebagai mainan, konten lucu, atau bahan eksperimen sosial.

Advertisement

Kisruh ini tidak hanya berakhir di kolom komentar. Arya Wedakarna (AWK), anggota DPD RI asal Bali, ikut menyoroti kasus tersebut. Ia tegas menyatakan akan memanggil pihak kampus serta para mahasiswa yang terlibat dalam video itu. Langkah ini menjadi sinyal bahwa kejadian ini tidak boleh dianggap sepele.

Bayangkan konsekuensinya jika publik mulai tidak percaya lagi pada sirine ambulans. Nanti bisa-bisa, ketika ada kasus darurat medis sungguhan, warga malah mengabaikan atau mengira hanya konten hiburan. Situasi ini tentu berbahaya, bahkan dapat mengancam nyawa orang lain.

Masyarakat menilai para mahasiswa bertindak sembrono. Banyak yang berharap kejadian ini menjadi pelajaran agar kendaraan darurat tidak dipakai sembarangan. Tidak peduli tujuannya untuk konten lucu, eksperimen sosial, atau sekadar hiburan, tetap ada batas dan etika yang harus dihormati.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID