Megapolitan . 29/11/2025, 16:55 WIB

Ketiduran di Rapat Anggaran, Dirut Tirta Patriot Disorot

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, kembali menjadi perhatian publik setelah sebuah video beredar luas dan memperlihatkan dirinya diduga tertidur ketika mengikuti rapat bersama DPRD Kota Bekasi.

Cuplikan tersebut menyebar cepat di berbagai platform media sosial, seperti X dan Instagram, sehingga memicu gelombang kritik dari warganet.

Ali diketahui menjabat sebagai Dirut Perumda Tirta Patriot sejak dilantik oleh Plt Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, pada 17 Juli 2023 di Plaza Pemkot Bekasi.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2024 yang tercatat dalam sistem e-LHKPN KPK, total kekayaan Ali mencapai Rp1.260.469.536. Aset tersebut meliputi tanah, bangunan, dua unit sepeda motor, dan satu mobil. Ia juga tercatat memiliki utang sebesar Rp615.132.913.

Video yang viral itu menunjukkan Ali diduga tertidur saat menghadiri rapat pembahasan raperda penyertaan modal Pemkot Bekasi kepada BUMD untuk anggaran tahun 2026. Situasi tersebut menuai sorotan karena kehadiran pimpinan BUMD dalam rapat anggaran dianggap penting untuk memberikan masukan sesuai tugas dan fungsi mereka.

Pengamat Kebijakan Publik, Rico Noviantoro, menilai DPRD Kota Bekasi perlu mengambil tindakan tegas. Menurutnya, apabila dugaan tersebut terbukti, maka sanksi patut dipertimbangkan.

"DPRD seharusnya mengusulkan evaluasi, bila perlu ada sanksi penggantian," kata Rico, Sabtu, 29 November 2025.

Ia menegaskan, sikap seperti itu dapat dipandang sebagai bentuk ketidakhormatan terhadap DPRD sebagai penyelenggara rapat resmi. Ali, lanjutnya, hadir bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai pihak yang diharapkan memberikan pandangan penting terkait raperda.

"Ini rapat anggaran, BUMD sebagai mitra pemerintah harus menyampaikan pandangan. Ini malah tidur. Itu bentuk penghinaan terhadap rapat DPRD, tidak boleh terjadi," jelas dia.

Rico menambahkan, publik wajar merasa kecewa ketika seorang pejabat yang menerima gaji dari APBD justru menunjukkan perilaku yang ia sebut sebagai bad attitude, kecuali jika ada faktor medis yang melatarbelakanginya. Jika tidak, sanksi administratif hingga evaluasi dari pengawas BUMD bisa menjadi opsi.

"BUMD dibayar melalui APBD. Kami prihatin melihat aksi tidur di ruang rapat," tegas Rico.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Ali Imam Faryadi maupun pihak Perumda Tirta Patriot mengenai video yang tengah ramai diperbincangkan tersebut.

(Dimas Rafi)

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com