fin.co.id - Ketika hujan deras turun di Medan, banyak orang memilih menepi. Namun dua pengemudi mobil mewah justru mengambil keputusan berbeda. Bukannya menghindar, mereka malah mencoba menerobos banjir yang tingginya mencapai lutut orang dewasa.
Sebuah Toyota Innova lebih dulu mencoba menaklukkan genangan air pada sore hari. Alih-alih berhasil melewati kubangan, kendaraan itu justru ngapung, seperti perahu kehilangan arah. Mobil tersebut tidak bergerak sama sekali, hanya terombang-ambing oleh arus air. Warga sekitar yang menonton sempat dibuat geleng kepala.
Belum sempat kejadian itu hilang dari memori warga, malam harinya muncul adegan serupa. Kali ini Mitsubishi Pajero terjun ke lokasi banjir dengan percaya diri tinggi. Mungkin sopir merasa mobil SUV besar lebih tangguh dan bisa menerjang air. Namun kenyataan berkata lain. Pajero pun berakhir sama seperti Innova, ikut mengapung dan tak bisa bergerak.
Fenomena ini muncul setelah hujan deras mengguyur Kota Medan dan sekitarnya. Debit air meningkat cepat dan beberapa ruas jalan yang sudah dikenal rawan banjir langsung digenangi air tinggi. Banjir mencapai lutut orang dewasa, bahkan di beberapa titik bisa lebih dalam.
Kejadian ini kini jadi pembelajaran untuk semua orang. Banjir bukan sesuatu yang bisa ditantang, apalagi dengan mobil biasa. Genangan air bisa menipu, terlihat dangkal namun ternyata dalam. Penglihatan malam yang kurang jelas menambah risiko bahaya. Begitu kendaraan terjebak air, tidak hanya mobil yang terancam rusak, keselamatan pengemudi juga ikut jadi taruhan.
Jika tidak mendesak, warga sebaiknya menghindari jalan yang terendam. Amankan kendaraan di tempat tinggi, tunda perjalanan, atau cari rute lain. (*)