Ekonomi . 02/12/2025, 16:19 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id - Kabar panas dari sektor energi! Permintaan energi nasional melonjak tajam, menciptakan tekanan besar pada pasokan dan infrastruktur. Namun, di tengah tantangan ini, PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) justru melihat peluang emas. Mereka mengambil langkah agresif dengan membuka ruang kemitraan besar-besaran untuk berbagai fasilitas energi primer.
Peluang kerja sama ini mencakup infrastruktur krusial, mulai dari LNG (Liquefied Natural Gas), CNG (Compressed Natural Gas), bioenergi, hingga pemanfaatan kapasitas penyimpanan BBM yang masih tersisa! PLN EPI secara terbuka mengundang pelaku industri untuk berkolaborasi, memastikan pasokan energi tetap andal dan berkelanjutan.
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menegaskan bahwa lonjakan kebutuhan energi adalah alasan utama pihaknya memperluas skema kolaborasi. Data yang dia paparkan sungguh mencengangkan dan menunjukkan betapa cepatnya konsumsi energi Indonesia bertumbuh.
Lonjakan di Sektor Energi Fosil:
Lonjakan ini tidak hanya terjadi di sektor fosil, tetapi juga di sektor energi terbarukan yang menjadi masa depan energi nasional.
Pertumbuhan Eksponensial Bioenergi:
Rakhmad Dewanto memprediksi bahwa lonjakan kebutuhan energi ini bukan hanya tren sesaat. Kebutuhan energi diperkirakan akan terus naik sekitar 2 persen per tahun hingga 2035.
Apa saja pemicunya? Ekspansi industri yang masif, program elektrifikasi di berbagai daerah, pembangunan pusat data (data center) yang kian menjamur, dan penetrasi kendaraan listrik yang semakin dalam di pasar. Semua faktor ini menjadi katalisator bagi pertumbuhan permintaan energi.
Pertumbuhan di sektor spesifik bahkan jauh lebih cepat:
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media