Akademisi Kritik Konten Ferry Irwandi: Minim Empati dan Berpotensi Dipolitisasi

news.fin.co.id - 07/12/2025, 16:37 WIB

Akademisi Kritik Konten Ferry Irwandi: Minim Empati dan Berpotensi Dipolitisasi

Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo, Sahmin Madina menyoroti konten yang diproduksi konten kreator Ferry Irwandi terkait situasi bencana di Sumatera, terutama di Aceh Tamiang.

fin.co.id - Akademisi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Gorontalo, Sahmin Madina menyoroti konten yang diproduksi konten kreator Ferry Irwandi terkait situasi bencana di Sumatera, terutama di Aceh Tamiang. Ia menilai, isi konten tersebut kurang menunjukkan kepekaan terhadap para korban serta mengandung indikasi politisasi.

“Di tengah kondisi bencana, yang dibutuhkan masyarakat adalah empati dan solidaritas, bukan narasi provokatif yang justru memperkeruh suasana,” kata Sahmin, Minggu, 7 Desember 2025.

Menurut Sahmin, pernyataan Ferry yang menuding negara tidak hadir dalam penanganan bencana adalah klaim yang berlebihan dan tidak sepenuhnya menggambarkan situasi di lapangan. Ia menegaskan bahwa berbagai unsur pemerintah, relawan, hingga aparat keamanan telah terlibat aktif membantu warga yang terdampak.

“Jangan membangun opini seolah-olah negara benar-benar abai. Itu tidak adil bagi mereka yang bekerja siang malam membantu masyarakat terdampak,” ujarnya.

Advertisement

Sahmin juga mengingatkan bahwa seorang figur publik memiliki tanggung jawab moral saat menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Narasi yang disampaikan harus berbasis data dan tidak mengedepankan emosi semata apalagi memicu kontroversi dan provokatif", katanya.

Ia menilai terdapat sinyal penggunaan isu kemanusiaan sebagai alat politik dalam konten tersebut, sesuatu yang menurutnya berisiko menurunkan kepercayaan publik dan memicu kegaduhan.

“Kritik itu sah, tapi harus objektif dan beretika. Jangan sampai bencana dijadikan alat untuk membangun provokasi,” tandasnya.

Di sisi lain, Sahmin turut menyinggung peran para figur publik yang saat ini berada di lingkar pemerintahan dan seharusnya cepat turun membantu korban bencana di Sumatera.

"Public figure yang duduk di pemerintahan kemana saja mereka saat bencana Sumatra terjadi? Hayoo turun donk membanru meringankan beban para penyintas bencana ini," pungkasnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID