Viral . 10/12/2025, 16:50 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Sungai Aek Garoga di Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, kembali meluap pada Selasa sore (9/12). Banjir ini bukan kejadian pertama, namun kali ini kondisinya terasa lebih mengkhawatirkan karena menggerus timbunan baru pada akses jalan nasional penghubung Tapanuli Selatan–Tapanuli Tengah.
Menurut penjelasan Idham Halid Pulungan, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tapanuli Selatan, permukaan air mulai naik sekitar pukul 15.30 WIB. Hujan deras di daerah hulu memicu debit sungai meningkat tajam dan langsung berdampak pada aliran utama sungai Aek Garoga.
Situasi ini membuat warga di sekitar bantaran sungai kembali waspada. Bukan hanya karena ancaman banjir, tapi juga potensi terputusnya jalur transportasi utama yang menjadi akses penting ekonomi dan mobilitas masyarakat.
Curah hujan tinggi di wilayah hulu seringkali memicu luapan air di Sungai Aek Garoga. Kali ini, debit air meningkat cukup cepat. Arus deras membawa material dan menghantam konstruksi timbunan jalan yang baru saja dibangun setelah banjir bandang sebelumnya.
Idham menjelaskan bahwa air yang meluap tidak hanya menggenangi area sekitar sungai, namun juga menggerus timbunan jalan nasional tersebut. Material yang seharusnya memperkuat badan jalan justru hanyut terbawa arus. Ini menunjukkan bahwa kondisi sungai masih sangat dinamis dan rentan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Timbunan pada ruas jalan nasional sebenarnya dibangun untuk memulihkan akses pascabanjir bandang. Namun upaya tersebut belum sepenuhnya tuntas ketika arus deras datang kembali. Kondisi ini menegaskan bahwa rekonstruksi infrastruktur di kawasan rawan banjir butuh perencanaan lebih matang agar tidak mudah rusak ketika intensitas hujan tinggi.
Kerusakan jalan nasional bukan masalah kecil. Jalur ini menjadi rute utama yang menghubungkan Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Jika rusak parah, aktivitas logistik, perjalanan masyarakat, hingga pergerakan ekonomi bisa terganggu.
Untuk saat ini, fokus utama tetap pada keselamatan masyarakat sekitar Batang Toru dan pengguna jalan nasional. BPBD Tapsel terus mengimbau warga agar lebih berhati-hati. Cuaca yang tidak menentu bisa memicu luapan susulan kapan saja.
Meskipun begitu, harapan masyarakat cukup jelas, pemerintah perlu mempercepat penanganan, memperkuat struktur jalan nasional, dan mengantisipasi potensi banjir berikutnya. Dengan langkah cepat dan strategi jangka panjang, risiko kerusakan berulang bisa ditekan dan mobilitas masyarakat tetap berjalan aman.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media