Megapolitan . 10/12/2025, 08:34 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Perawatan Intensif Selesai, RSUD Banten Jamin Kesinambungan Penanganan Bayi Terlantar
fin.co.id – Kisah perjuangan Bayi Siti Sholehah, yang ditemukan terlantar oleh petugas Puskesmas di Kabupaten Serang, memasuki babak baru yang penuh harapan. Setelah menjalani perawatan intensif selama lebih dari sembilan bulan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten dan berhasil melalui operasi shunting untuk mengatasi kasus hidrocephalus, kini fokus penanganan beralih dari medis ke pengasuhan berkelanjutan.
Pada hari Selasa, 4 Desember 2025, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Banten, Lukman, bersama jajarannya melakukan kunjungan penting ke RSUD Banten. Kunjungan ini memastikan Bayi Siti Sholehah menerima penanganan medis terbaik dan membuka jalan untuk proses pengasuhan selanjutnya. Lukman dan tim diterima langsung oleh Direktur RSUD Banten serta tim medis, yang menjelaskan perkembangan kondisi bayi.
Lukman memastikan komitmen pemerintah daerah. "Bayi Siti Sholehah saat ini sedang dalam perawatan intensif di RSUD Banten. Kami akan terus memantau dan memastikan bahwa bayi ini mendapatkan perawatan yang terbaik," ujar Lukman, menegaskan peran aktif Dinas Sosial.
Tim medis RSUD Banten mengonfirmasi bahwa penanganan medis telah berjalan optimal. Bayi Siti Sholehah berhasil menjalani pemasangan shunt guna mengurangi tekanan cairan pada otak. Pemantauan ketat pascaoperasi juga dilakukan tanpa henti. Direktur RSUD Banten, dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes., menjamin bahwa komitmen rumah sakit dalam menangani kasus ini sangat serius.
“Kami akan terus memantau kondisi bayi ini dan melakukan tindakan medis yang diperlukan untuk memastikan kesehatannya,” ujar dr. Danang sebelumnya, yang kini memberikan pembaruan krusial mengenai status terkini bayi tersebut.
Dalam perkembangan terbaru, dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes., menyampaikan bahwa kolaborasi antar instansi kunci telah terjalin guna menentukan masa depan bayi tersebut.
“Dinas Sosial Provinsi Banten dan Dinas Sosial Kab. Serang mengunjungi Bayi Siti Sholehah yang telah dirawat di RSUD selama lebih dari 9 bulan, bersama dengan Yayasan Sayap Ibu yang akan melakukan perawatan di panti Yayasan Sayap Ibu di Tangsel,” ungkap dr. Danang Hamsah Nugroho, M.Kes., Direktur RSUD Banten.
Pihak RSUD Banten memastikan bahwa tahapan medis darurat telah tuntas. “Saat ini Bayi Siti sudah tidak memerlukan perawatan medis. Sudah mendapat operasi shunting untuk mengatasi hidrocephalus,” tambah dr. Danang.
Keputusan untuk memindahkan Bayi Siti Sholehah dari RSUD Banten ke panti pengasuhan bukan tanpa alasan. Hal ini merupakan bagian dari upaya memastikan bayi mendapatkan terapi dan pengasuhan yang sesuai, mengingat kondisi pascaoperasi yang memerlukan penanganan khusus, bukan lagi rawat inap medis akut.
Awalnya, salah satu panti di Cipocok menjadi opsi, namun hal tersebut batal. “Bayi ini tidak dapat dilakukan perawatan kembali di panti karena di Panti Cipocok sudah tidak memiliki perawat yang dapat melakukan perawatan 24 jam,” jelas dr. Danang.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media