Nasional . 10/12/2025, 09:00 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Penghargaan ini diberikan kepada Presiden Prabowo atas jasa besarnya dan kontribusi luar biasa dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan.
fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto dianugerahi penghargaan tertinggi dari Republik Islam Pakistan, "Nishan-e-Pakistan," oleh Presiden Pakistan Asif Ali Zardari. Upacara penganugerahan tersebut diselenggarakan di Istana Kepresidenan Pakistan, Aiwan-e-Sadr, Islamabad Selasa 9 Desember 2025.
"Nishan-e-Pakistan" adalah bintang kehormatan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Pakistan. Penghargaan ini ditujukan bagi pemimpin asing atau figur penting yang dianggap memiliki jasa dan kontribusi luar biasa bagi Pakistan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut siaran resmi Sekretariat Presiden yang dikonfirmasi di Jakarta pada Rabu dini hari, penghargaan ini diberikan kepada Presiden Prabowo atas jasa besarnya dan kontribusi luar biasa dalam memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Pakistan.
Saat prosesi penyematan, Presiden Zardari didampingi oleh Perdana Menteri (PM) Pakistan Shehbaz Sharif. Acara tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pejabat dari kedua negara, anggota parlemen Pakistan, dan duta besar negara sahabat yang berada di Islamabad.
Penganugerahan ini, berdasarkan siaran resmi Sekretariat Presiden, merupakan bentuk pengakuan dari Pemerintah Pakistan terhadap peran strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik, serta komitmen Presiden Prabowo dalam memajukan kerja sama di bidang pertahanan, ekonomi, dan solidaritas dunia Islam.
Sejak pertama kali diberikan pada 19 Maret 1957, "Nishan-e-Pakistan" juga pernah diterima oleh beberapa pemimpin negara lain, termasuk Raja Jordania Abdullah II bin Hussein, PM Malaysia Anwar Ibrahim, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, dan Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah.
Penghargaan ini juga melambangkan penghormatan terhadap hubungan historis Indonesia dan Pakistan yang sudah terjalin sejak era Presiden Soekarno, serta upaya untuk memperkokoh kemitraan strategis kedua negara di tengah dinamika geopolitik global.
Siaran resmi tersebut juga menyebutkan bahwa penghargaan ini merefleksikan harapan agar kerja sama bilateral dapat semakin meningkat di sektor pertahanan, ekonomi, teknologi, pangan, dan solidaritas dunia Muslim.
Pada hari yang sama, setelah menyelesaikan kunjungan resminya di kediaman resmi PM Pakistan (PM House), Presiden Prabowo mengunjungi Istana Kepresidenan Pakistan Aiwan-e-Sadr. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari lawatan perdana Presiden Prabowo ke Pakistan selama dua hari (8-9 Desember 2025).
Di Aiwan-e-Sadr, Presiden Prabowo dan Presiden Zardari mengadakan pertemuan empat mata untuk membahas peningkatan kerja sama bilateral dan perkembangan situasi regional. Setelah itu, kedua pemimpin memimpin pertemuan bilateral antara perwakilan Pemerintah Indonesia dan Pakistan.
Selama pertemuan di Aiwan-e-Sadr, Presiden Prabowo didampingi oleh delegasi Indonesia yang terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Staf TNI AU Marsekal TNI M Tonny Harjono, Duta Besar RI untuk Pakistan Letjen TNI (Purn) Chandra Warsenanto Sukotjo, Kepala Badan Logistik Pertahanan Kemhan Marsekal Madya TNI Yusuf Jauhari, dan Panglima Kopassus TNI AD Letjen TNI Djon Afriandi. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media