Megapolitan . 11/12/2025, 15:41 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan mobil Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) ke SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, dikemudikan oleh sopir pengganti.
Mobil MBG yang dikendarai sopir pengganti tersebut menabrak belasan siswa yang sedang berada di halaman sekolah sekitar pukul 06.40 WIB, Kamis, 11 Desember 2025.
BGN mencatat sedikitnya 17 siswa dan seorang guru mengalami luka-luka akibat insiden ini. Para korban kemudian dibawa ke RSUD Cilincing dan RSUD Koja untuk mendapatkan perawatan medis.
Wakil Kepala BGN Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya menjelaskan, sopir reguler SPPG Cilincing Kalibaru yang biasanya mengantar MBG sedang sakit.
"Sebetulnya sopirnya ada sopir tetap. Namun, satu sopir ini sudah dua hari tidak masuk karena sakit. Maka kemudian, sopir yang hari ini membawa kendaraan yang terlibat kecelakaan, itu yang menggantikan," kata Sony di lokasi.
Sony menambahkan bahwa sopir pengganti bukanlah orang baru, karena sebelumnya juga sering menggantikan sopir tetap saat berhalangan hadir.
"Karena sebelumnya juga pernah menggantikan sopir yang berhalangan masuk," ujarnya.
Pihak BGN berencana melakukan evaluasi menyeluruh terkait pengemudi yang mengantarkan MBG ke sekolah. Menurut Sony, MBG sebenarnya sudah menerapkan standar dan petunjuk teknis (juknis) terkait kriteria pengemudi kendaraan.
"Juknis mengatakan bahwa kendaraan setiap hari dilakukan pengecekan laik operasional atau tidak. Ada juknisnya," ucapnya.
Sony menduga kecelakaan ini disebabkan kelalaian dari pihak SPPG, namun menyerahkan sepenuhnya proses penyelidikan kepada kepolisian.
"Ini sangat mungkin ya, ini karena kelalaian. Namun demikian, kita tunggu hasil penyidikan. Apakah karena human error ataukah karena kendaraannya yang bermasalah," pungkasnya.
Saksi mata, Bita (65), melihat mobil MBG melaju kencang di Jalan Kalibaru Timur III sebelum memutar balik ke arah sekolah sekitar pukul 06.40 WIB.
"Mobil melaju terus, tidak belok ke sekolah," ujar Bita, pedagang jajanan di depan SDN Kalibaru 01 Pagi.
Menurut Bita, mobil kemudian menabrak pagar sekolah yang tertutup dan masuk ke halaman sekolah, menghantam siswa dan guru yang sedang mengikuti kegiatan literasi.
"Saya masuk ke dalam. Lihat korban-korban. Ada di kolong mobil, saya sempat bantu dorong mobil. Tapi yang jelas ada siswa berdarah-darah," pungkas Bita.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media